Pemerintah Siapkan Perpres Percepat Adopsi Bus Listrik di Perkotaan
Saat ini, sektor transportasi masih menjadi salah satu penyumbang emisi gas rumah kaca terbesar, dengan transportasi darat berkontribusi hampir 90 persen dari total emisi sektor tersebut. Di sisi lain, beban biaya transportasi masyarakat juga tergolong tinggi, mencapai 16–24 persen dari pendapatan rumah tangga.
Dalam konteks tersebut, adopsi bus listrik dinilai sebagai solusi strategis. Meski demikian, tingkat penggunaannya di Indonesia masih tergolong rendah, yakni di bawah 10 persen, jauh dari target pemerintah yang ingin mencapai hingga 90 persen elektrifikasi pada 2030.
ITDP Indonesia dalam paparannya mengusulkan peta jalan elektrifikasi bus yang lebih bertahap dan realistis, dengan target 80 persen pada 2030, 90 persen pada 2035, 95 persen pada 2040, hingga 100 persen pada 2045. Skema ini diproyeksikan mampu menurunkan emisi hingga 8,8 juta ton CO2 ekuivalen serta menghemat subsidi bahan bakar minyak hingga sekitar Rp2,7 triliun per tahun pada 2045.
Direktur Asia Tenggara ITDP Indonesia, Gonggomtua Sitanggang, menekankan bahwa tantangan utama saat ini bukan lagi pada arah kebijakan, melainkan pada sinkronisasi antar pemangku kepentingan.
“Keberhasilan elektrifikasi transportasi publik tidak hanya ditentukan teknologi, tetapi juga kebijakan yang selaras, kelembagaan yang kuat, serta koordinasi yang efektif dan model pendanaan berkelanjutan,” jelasnya.
Editor : Hasiholan Siahaan