Pelajar Tangerang Didorong Bijak Bermedia Sosial
TANGERANG, iNewsTangsel.id - Media sosial telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari untuk berbagi informasi serta berinteraksi dan membangun komunitas secara daring. Namun, dapat menimbulkan dampak negatif.
Untuk itu, pelajar di Kabupaten Tangerang didorong meningkatkan kecakapan literasi digital, khususnya penggunaan media sosial secara bijak, bertanggung jawab, dan beretika. Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan Sosialisasi Literasi Digital, di SMA Negeri 1 Kabupaten Tangerang, Rabu (26/8/2026).
Sekretaris Diskominfo Kabupaten Tangerang, Akhmad Farhan mengatakan, perkembangan teknologi informasi dan komunikasi memberikan berbagai kemudahan bagi generasi muda. Media sosial kini tidak hanya digunakan untuk berkomunikasi dan berekspresi, tapi juga menjadi salah satu sarana untuk memperoleh informasi dan mendukung kegiatan belajar.
"Namun, penggunaan media sosial juga memiliki sejumlah risiko yang perlu dipahami pelajar, terutama berkaitan dengan jejak digital dan perundungan siber atau cyberbullying. Ejekan, penghinaan, hingga penyebaran informasi yang merugikan dapat memberikan dampak psikologis terhadap korban," ujarnya.
Ia menjelaskan, masih rendahnya kesadaran mengenai jejak digital yang ditinggalkan setiap aktivitas di internet. Karena apa yang diunggah, komentari atau bagikan di media sosial dapat tersimpan dalam waktu yang lama dan berpotensi memengaruhi kehidupan di masa depan.
"Maka, setiap aktivitas di ruang digital dapat meninggalkan rekam jejak yang berpotensi memengaruhi seseorang di kemudian hari. Karena itu, pelajar perlu mempertimbangkan dampak sebelum mengunggah, memberikan komentar, maupun membagikan informasi di media sosial," terangnya.
Ia mengungkapkan, melalui edukasi literasi digital, para siswa diharapkan mampu mengenali risiko di ruang digital, memahami konsekuensi dari aktivitasnya di internet, serta memiliki keberanian untuk mencegah dan melawan perundungan siber.
Sementara itu, Kepala SMA Negeri 1 Kabupaten Tangerang, Ruri menambahkan, pemahaman mengenai penggunaan media sosial secara bijak perlu diberikan kepada siswa sejak dini sebagai bekal menghadapi perkembangan teknologi.
"Kamu berharap pemahaman literasi digital dapat membantu menciptakan lingkungan sekolah yang aman, termasuk mencegah perundungan siber dan berbagai bentuk penipuan di ruang digital," ucapnya
Editor : Elva Setyaningrum