get app
inews
Aa Text
Read Next : Imlek hingga Lebaran, Pusat Belanja Siap Panen Transaksi Rp53,38 Triliun

Airlangga: Ritel Harus Beradaptasi dengan Perubahan Konsumen dan Perkembangan Teknologi

Rabu, 26 Agustus 2026 | 21:39 WIB
header img
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat pembukaan IRSE 2026. (Foto: Elva)

JAKARTA, iNewsTangsel.id - Sektor ritel nasional didorong terus beradaptasi menghadapi perubahan perilaku konsumen dan perkembangan teknologi. Transformasi diperlukan untuk menjaga daya saing industri sekaligus mempertahankan kontribusi sektor ritel terhadap perekonomian Indonesia.

‎Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, konsumsi masyarakat masih menjadi salah satu penggerak utama perekonomian nasional. Pada triwulan II 2026, konsumsi tumbuh 5,6 persen dan memberikan kontribusi sebesar 53,3 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada semester I 2026 mencapai 5,45 persen.

‎"Capaian tersebut menunjukkan peran penting konsumsi domestik dan sektor ritel dalam menopang perekonomian di tengah kondisi global yang masih penuh tantangan. Karena peritel Indonesia harus terus menjadi bagian penting dalam menjaga dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Airlangga saat membuka Indonesia Retail Summit & Expo (IRSE) 2026 di Jakarta, Rabu (26/8/2026).

‎Airlangga mengatakan, pelaku ritel perlu memperkuat pemanfaatan teknologi, meningkatkan pengelolaan stok, serta mengembangkan merek dan pengusaha nasional. Langkah tersebut diperlukan agar sektor ritel mampu mengikuti perubahan kebutuhan konsumen.

‎"Apalagi, sektor ritel memiliki posisi strategis dalam menjaga konsumsi masyarakat sebagai salah satu komponen utama pertumbuhan ekonomi Indonesia,"  imbuh Airlangga.

‎Sementara itu, Ketua Umum HIPPINDO Budihardjo Iduansjah menambahkan, perkembangan teknologi dan perubahan pola konsumsi membuat industri ritel harus terus melakukan transformasi.

‎"Ritel modern tidak lagi hanya berkaitan dengan keberadaan toko fisik, tapi juga kemampuan pelaku usaha dalam menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi serta pola belanja masyarakat. Apalagi, teknologi berkembang sangat cepat, perilaku konsumen berubah, dan cara kita berjualan pun harus ikut berubah,” katanya.

‎Budihardjo berharap, pengembangan teknologi dan kolaborasi antarpelaku usaha dapat membantu sektor ritel menghadapi tantangan penjualan sekaligus membuka peluang pertumbuhan baru.

‎"Sektor ritel memiliki posisi strategis dalam perekonomian karena menjadi salah satu penggerak konsumsi domestik sekaligus sektor padat karya yang menyerap jutaan tenaga kerja," tutup Budihardjo.

Editor : Elva Setyaningrum

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut