Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Bukan Cuma Kemacetan, Ini Masalah Besar di Balik Integrasi Transportasi Jabodetabek
Advertisement . Scroll to see content

Masyarakat Didorong Beralih ke Transportasi Umum untuk Menekan Konsumsi Energi Fosil

Jum'at, 18 September 2026 | 19:32 WIB
  • author Aries
Masyarakat Didorong Beralih ke Transportasi Umum untuk Menekan Konsumsi Energi Fosil
Ilustrasi transportasi umum KRL. [Foto: ist]

JAKARTA, iNewsTangsel – Pemerintah mendorong masyarakat beralih ke transportasi umum dalam momen peringatan Hari Perhubungan Nasional. Momentum ini mendorong akselerasi efisiensi mobilitas utamanya bagi masyarakat perkotaan. Beralih ke angkutan umum massal dinilai menjadi solusi paling efektif dalam menjaga produktivitas harian sekaligus menghemat penggunaan energi nasional.

Pengamat transportasi dari Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Djoko Setijowarno, menegaskan bahwa pembenahan angkutan umum berdampak langsung pada penghematan bahan bakar. “Setidaknya hal ini bisa mengatasi tiga hal, mengatasi kemacetan, mengatasi masalah konsumsi BBM, dan bisa mengatasi masalah polusi,” kata Djoko, dalam keterangannya, dikutip Jumat (18/9/2026).

Pemanfaatan armada transportasi publik makin mendesak di tengah ketidakpastian harga minyak mentah dunia yang terus bergejolak. Langkah efisiensi kolektif ini diharapkan mampu menjaga ketahanan ekonomi nasional serta mengurangi beban subsidi energi secara berkelanjutan.

Guru Besar Perencanaan dan Rekayasa Transportasi ITB, Harun A. Lubis, mengingatkan pentingnya menekan konsumsi energi tanpa harus membatasi pergerakan aktivitas ekonomi warga. “Yang perlu dikurangi bukan mobilitas masyarakat, tetapi energi yang dibutuhkan untuk menghasilkan mobilitas tersebut,” ujar Harun dalam pandangannya.

Harun menambahkan bahwa integrasi antarmoda serta dorongan penggunaan kendaraan listrik pada angkutan umum harus menjadi prioritas utama penataan kota. Langkah tersebut dinilai ampuh memutus ketergantungan masyarakat terhadap penggunaan BBM fosil yang kian terbatas.

Masyarakat juga diimbau mulai membiasakan pola hidup efisien melalui langkah sederhana seperti berjalan kaki atau memanfaatkan moda berbagi kendaraan. Penggabungan beberapa agenda perjalanan harian turut disarankan guna memangkas durasi serta intensitas penggunaan kendaraan pribadi di jalan raya.

Terkait hal ini, pemerintah juga berkomitmen untuk terus menjaga stabilitas harga bahan bakar bersubsidi demi menjaga daya beli publik. Kebijakan ini diambil meski dinamika pasar minyak internasional sempat menembus angka di atas 100 dolar AS per barel.

Penguatan jaringan transportasi massal yang aman dan terintegrasi diyakini menjadi kunci utama mewujudkan ekosistem mobilitas hijau di Indonesia. Penataan sarana publik yang konsisten diharapkan mampu menarik minat masyarakat luas untuk mentransformasi kebiasaan bertransportasi. 

Editor: Aris

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut