Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Transportasi Jabodetabek Belum Terintegrasi, Ini Dampaknya bagi 1,5 Juta Komuter
Advertisement . Scroll to see content

Bukan Cuma Kemacetan, Ini Masalah Besar di Balik Integrasi Transportasi Jabodetabek

Senin, 21 September 2026 | 12:17 WIB
  • author Hasiholan
Bukan Cuma Kemacetan, Ini Masalah Besar di Balik Integrasi Transportasi Jabodetabek
Hasil pemodelan diharapkan dapat menjadi salah satu bahan bagi pemerintah dalam menyusun arah pengembangan mobilitas Jakarta dan kawasan Jabodetabek. Foto istimewa

JAKARTA, iNewsTangsel.id - Integrasi transportasi Jabodetabek tidak cukup hanya dengan menyatukan layanan antarmoda. Kejelasan kewenangan, skema pendanaan lintas daerah, pengelolaan aset, serta integrasi data dan tarif dinilai menjadi bagian penting agar sistem transportasi kawasan aglomerasi dapat berjalan berkelanjutan.

Persoalan tersebut dibahas dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Mekanisme Kelembagaan Transportasi Terintegrasi di Jabodetabek” yang digelar Institute for Transportation and Development Policy (ITDP) Indonesia bersama ViriyaENB melalui program CLEAR Jabodetabek pada 17 September 2026.

Forum tersebut mempertemukan perwakilan pemerintah pusat, pemerintah daerah di Jabodetabek, operator transportasi publik, serta sejumlah lembaga terkait. Diskusi merupakan kelanjutan pembahasan sebelumnya pada Mei mengenai upaya mengintegrasikan kelembagaan, kewenangan, dan pendanaan transportasi di kawasan Jabodetabek.

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah perbedaan kapasitas fiskal antarwilayah. Sistem transportasi Jabodetabek melayani masyarakat yang bergerak melintasi batas provinsi dan kabupaten/kota, sehingga pembiayaan layanan, termasuk Public Service Obligation (PSO), membutuhkan pembagian tanggung jawab yang jelas.

Direktur Asia Tenggara ITDP, Gonggomtua Sitanggang, mengatakan integrasi kelembagaan perlu dirancang hingga pada mekanisme pendanaan, kerja sama, pengelolaan aset, serta integrasi tarif dan data.

“Integrasi kelembagaan tidak hanya berbicara mengenai struktur organisasi ataupun pembagian peran dan kewenangan,” kata Gonggomtua, Senin (21/9/2026).

Editor: Hasiholan Siahaan

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut