TANGERANG, iNewsTangsel.id - Ribuan keluarga di Kabupaten Tangerang kini bisa bernapas lebih lega. Sepanjang tahun 2025, Dinas Perumahan, Permukiman, dan Pemakaman (DPPP) Kabupaten Tangerang berhasil memperbaiki sebanyak 1.197 rumah warga melalui program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
“Program ini memberi kesempatan bagi warga berpenghasilan rendah untuk tinggal di rumah yang lebih aman dan layak huni,” kata Sekretaris DPPP Kabupaten Tangerang, Dadan Darmawan, Jumat (28/11/2025).
Menurut dia, sebanyak 1.197 rumah warga yang sudah diperbaiki melalui program RTLH ini belum termasuk bedah rumah yang berasal dari program kecamatan maupun CSR para pengembang.
“Jika seluruhnya digabungkan, total perbaikan rumah sepanjang 2025 bisa mencapai lebih dari 2.000 unit,” ucapnya.
Dia menerangkan, untuk setiap unit RTLH, dialokasikan dana sebesar Rp35 juta. Sehingga total anggaran yang telah digelontorkan mencapai sekitar Rp41,8 miliar pada tahun ini. Program ini tak hanya memperbaiki dinding, lantai, atau atap, tetapi juga memberi suntikan harapan bagi warga yang selama ini hidup dalam keterbatasan.
“Banyak keluarga yang sebelumnya tinggal di rumah kayu lapuk atau bangunan semi permanen, kini dapat menempati rumah yang lebih kokoh dan layak huni,” papar Dadan.
Dia menjelaskan, untuk tahun 2026, pihaknya berencana menaikkan anggaran per unit menjadi Rp40 juta. Meski target jumlah rumah yang akan diperbaiki belum dirinci, peningkatan anggaran diharapkan dapat membuat kualitas perbaikan rumah menjadi lebih baik.
“Program RTLH menjadi salah satu upaya kami dalam memperbaiki kualitas hidup masyarakat secara langsung. Dengan perbaikan ini, ratusan keluarga di Tangerang kini memiliki fondasi baru untuk melangkah menuju kehidupan yang lebih aman dan sejahtera,” imbuhnya.
Dia menambahkan, perbaikan rumah tersebar di seluruh kecamatan. Namun, jumlah terbesar berada di kawasan Pesisir Utara, seperti Kecamatan Kosambi, Teluknaga, Pakuhaji, Mauk, dan Sukadiri.
“Wilayah itu selama ini dikenal sebagai daerah dengan tingkat kerentanan sosial ekonomi yang cukup tinggi, terutama bagi keluarga yang tinggal di rumah dengan kondisi tidak memadai,” ujarnya.
Editor : Elva Setyaningrum
Artikel Terkait
