‎Era AI Tuntut Pendidikan untuk Fokus pada Karakter, Bukan Hanya Akademik

Elva
Seorang siswa WCIJ sedang membaca buku cerita sebagai salah satu pendidikan karakter sejak dini. Foto Ist

JAKARTA, iNewsTangsel.id - Tantangan perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), menuntut sistem pendidikan tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan kemampuan berpikir kritis sejak dini.

‎Pembina Yayasan Wellington College Independent School Jakarta (WCIJ), Tommy Suryopratomo, menilai anak-anak Indonesia perlu dibekali nilai-nilai dasar agar mampu beradaptasi dan bertahan di tengah perubahan dunia yang semakin cepat.

‎“Anak-anak Indonesia harus memiliki identitas yang kuat. Pendidikan perlu membangun critical thinking agar mereka punya karakter, pengetahuan, dan jiwa sosial untuk menghadapi tantangan, terutama di era AI,” kata Tommy dalam acara penunjukan dirinya sebagai Pembina Yayasan WCIJ di Jakarta, Kamis (15/1/2026).

‎Dia menjalaskan, banyaknya jumlah anak usia sekolah di Indonesia yang mencapai sekitar 157 juta jiwa. Untuk itu, kualitas pendidikan menjadi faktor kunci dalam menyiapkan generasi menuju Indonesia Emas 2045.

“Anak-anak ini membutuhkan pendidikan yang baik. Negara juga perlu memastikan pemenuhan gizi agar mereka siap menerima pendidikan dan berkembang secara optimal,” ujarnya.

‎‎Tommy menegaskan, perannya sebagai Pembina Yayasan diarahkan untuk memperkuat tata kelola pendidikan dan memastikan keberlanjutan pengembangan sekolah. 

‎“Hasil pendidikan tidak dapat dilihat dalam waktu singkat, melainkan baru terasa dalam satu hingga dua dekade ke depan,” imbuhnya. 

Sementara itu, Governor and Chief Executive Officer Wellington College Education Singapore Group (WCESG), Tan Wee Han, menambahkan, tata kelola dan kepemimpinan yang kuat menjadi prasyarat penting dalam membangun institusi pendidikan yang kredibel.

‎“Tata kelola yang baik diperlukan untuk memastikan integritas, akuntabilitas, dan tanggung jawab jangka panjang dalam pengelolaan sekolah,” ujarnya.

Dari sisi akademik, sekolah berstandar internasional akan menerapkan pendekatan pendidikan holistik yang menyeimbangkan keunggulan akademik dengan pengembangan karakter dan kesejahteraan peserta didik. 

‎“Pendekatan tersebut menempatkan nilai-nilai seperti integritas, tanggung jawab, dan kepedulian sosial sebagai bagian dari proses pembelajaran,” imbuhnya. 

‎‎Pada kesempatan yang sama, Founding Head of School WCIJ, Melissa Meyers, mengungkapkan, kepemimpinan yang selaras diperlukan untuk menciptakan pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa.

‎‎“Lingkungan belajar harus membuat anak merasa diperhatikan, dihargai, dan didorong untuk terus berkembang,” ucapnya.

Diketahui, sekolah internasional ini merupakan bagian dari jaringan pendidikan global Wellington College yang berdiri di Inggris lebih dari 165 tahun lalu. Di Indonesia, sekolah ini tengah dikembangkan di kawasan BSD City. 

Editor : Elva Setyaningrum

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network