Jika harus dipersentasekan, kata dia, kebaikan negara itu mencapai 90 persen. Sisanya sebanyak 10 persen yang harus menjadi pekerjaan rumah.
“Ini harusnya menjadi PR buat kita semua. Dengan ilmu pengetahuan yang kita miliki, dengan kepedulian, kita mulai dari doa. Saya sangat yakin kalau seluruh masyarakat Indonesia mendoakan kebaikan buat negara, bisa berubah,” kata Khalid.
Sayangnya, banyak masyarakat yang malah mendoakan untuk keburukan. Sedikit-sedikit jika ada kesalahan, minta pemimpin segera dilengserkan.
“Sedikit pemimpin salah, lengserkan. Apa yang mau dilengserkan ini. Seperti menukar boneka di satu tempat ke tempat yang lain,” jelasnya.
Editor : Vitrianda Hilba SiregarEditor Jakarta
Artikel Terkait
