JAKARTA, iNewsTangsel.id - Pemerintah mempercepat program hilirisasi bioetanol sebagai bagian dari strategi besar menuju ketahanan energi nasional, dengan fokus pada penguatan rantai pasok dari sektor hulu hingga hilir.
Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Eniya Listiani Dewi menegaskan bahwa pengembangan bioetanol kini telah memasuki tahap implementasi nyata. Menurutnya, pemerintah telah menyiapkan berbagai instrumen pendukung, mulai dari regulasi mandatori hingga kepastian pasar.
“Bioetanol tidak lagi sekadar wacana, tetapi sudah masuk tahap implementasi. Pemerintah telah menyiapkan kebijakan blending, formula harga, serta kemudahan perizinan untuk mendorong percepatan,” ujar Eniya di Jakarta, Kamis (30/4/2026).
Sinergi lintas sektor juga diperkuat antara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral dan Kementerian Pertanian, termasuk melibatkan PTPN III (Persero) dalam penyediaan bahan baku seperti jagung, tebu, dan ubi kayu.
Dari sisi pertanian, Direktur Aneka Kacang dan Umbi Ditjen Tanaman Pangan Dyah Susilokarti menyebut hilirisasi bioetanol menjadi salah satu pilar utama pembangunan pertanian ke depan.
“Pengembangan bioetanol tidak hanya mendukung energi, tetapi juga meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian serta memperkuat ketahanan pangan nasional,” jelas Dyah.
Editor : Hasiholan Siahaan
Artikel Terkait
