Akademi Batik Tuli Jadi Langkah Strategis Lestarikan Budaya dan Ekonomi Kreatif

Thomas Manggala
Program ini tidak hanya fokus pada pelatihan membatik, tetapi juga membuka akses ekonomi bagi penyandang disabilitas, khususnya komunitas tuli. Foto Thomas

Dukungan juga datang dari PLN yang melihat potensi besar dalam pengembangan ekonomi kreatif berbasis inklusi. Senior Manager Komunikasi dan Umum PLN UID Jakarta Raya, Haris Andika, menyatakan pihaknya turut memberikan pelatihan pemasaran digital agar produk karya peserta dapat menjangkau pasar yang lebih luas.

“Harapannya, mereka tidak hanya menjadi pengrajin, tetapi juga pelaku usaha yang mandiri dan berdaya saing,” kata Haris.

Melalui kolaborasi ini, Akademi Batik Tuli(s) diharapkan menjadi model pemberdayaan berbasis budaya yang inklusif, sekaligus menjaga warisan batik Indonesia di tengah perkembangan zaman.



Editor : Hasiholan Siahaan

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network