Guna mempercepat titik terang kasus ini, SMK Letris menegaskan bahwa mereka tidak berjalan sendiri melainkan sudah menggandeng lembaga penegak hukum terkait. Koordinasi intensif terus dilakukan bersama pihak berwenang eksternal untuk merumuskan kebijakan sanksi final yang berbasis pada bukti-bukti administratif otentik.
Pihak sekolah berharap proses hukum dan pemeriksaan internal ini dapat berjalan objektif tanpa adanya intervensi atau asumsi liar yang berkembang di ruang digital. Mereka berjanji akan terus memperbarui perkembangan penanganan kasus ini secara berkala melalui saluran komunikasi resmi milik yayasan.
Di sisi lain, masyarakat luas diimbau untuk lebih bijak dalam menyikapi kabar burung dan tidak ikut menyebarkan detail identitas korban di platform digital mana pun. Kerja sama publik sangat dibutuhkan untuk menghormati asas praduga tak bersalah sekaligus melindungi hak privasi anak yang menjadi korban dalam pusaran kasus ini.
Pihak SMK Letris memastikan bahwa aktivitas belajar mengajar di sekolah tetap berjalan normal dan aman di bawah pengawasan ketat tim guru. Segala bentuk keputusan akhir terkait status kepegawaian oknum tersebut akan diumumkan secara terbuka setelah seluruh rangkaian investigasi selesai dilakukan.
Editor : Aris
Artikel Terkait
