Karena itu, perubahan pola pikir atau mindset menjadi fondasi utama dalam transformasi digital yang sedang dijalankan. Ia menilai teknologi harus terintegrasi dalam proses pengambilan keputusan, penyelesaian masalah, hingga peningkatan kualitas pelayanan publik secara menyeluruh.
"Aparatur tidak boleh terjebak pada rutinitas administratif yang kaku. Mindset kita yang pertama harus diubah. Digitalisasi harus masuk ke dalam cara kita berpikir, cara kita mengambil keputusan, dan cara kita memberikan pelayanan kepada masyarakat," tegasnya.
Sebagai implementasi konkret, Pemkot Tangsel mengoptimalkan platform super aplikasi Tangsel ONE yang mengintegrasikan berbagai layanan publik ke dalam satu sistem. Kehadiran platform ini sekaligus menjawab keluhan masyarakat terkait banyaknya aplikasi pemerintah yang sebelumnya berjalan sendiri-sendiri dan kurang efisien.
Melalui Tangsel ONE, berbagai layanan administrasi kependudukan, kesehatan, pendidikan, hingga kanal pengaduan masyarakat kini dapat diakses dalam satu aplikasi. "Melalui platform Tangsel ONE ini, masyarakat tidak perlu lagi mengunduh banyak aplikasi. Kami sudah mengintegrasikan pelayanan administrasi kependudukan sehingga warga bisa mengurus dokumen sipil secara mandiri tanpa birokrasi tatap muka yang berbelit," kata Asep.
Editor : Aris
Artikel Terkait
