Korban Penganiayaan Bos Bank Keliling di Tangerang, Trauma Keluar Rumah Usai Disekap

Aries
Pegawai bank keliling di Panongan, Kabupaten Tangerang, mengalami trauma berat usai disekap dan dianiaya bos serta rekannya akibat mengajukan pengunduran diri. [Ilustrasi/ist]

TANGERANG, iNewsTangsel - Seorang pegawai bank keliling berinisial PG (35) mengalami trauma psikologis berat usai menjadi korban penganiayaan dan penyekapan oleh atasannya di wilayah Panongan, Kabupaten Tangerang. Peristiwa penganiayaan tersebut dipicu oleh keputusan korban yang mengajukan pengunduran diri dari pekerjaan usai merasa dirugikan masalah operasional.

Kondisi ketakutan mendalam masih menyelimuti kehidupan korban beserta keluarganya karena para pelaku hingga kini belum ditangkap. 

"Saat ini korban beserta keluarganya masih sangat takut keluar rumah untuk beraktivitas karena para pelaku belum diamankan oleh pihak kepolisian," ujar kuasa hukum korban, Risman Harefa, Kamis (6/8/2026).

Risman menyebutkan bahwa bos korban berinisial ED beserta empat rekan kerjanya yang dilaporkan telah melarikan diri dari kediamannya. Pihaknya mendatangi Mapolresta Tangerang guna menanyakan kejelasan status hukum serta perkembangan proses penanganan kasus penanganan dugaan tindak pidana tersebut.

Proses hukum di tingkat kepolisian hingga saat ini diakui masih berjalan dalam ranah penyidikan awal untuk memburu keberadaan para terlapor. "Sejauh ini dari data yang kami terima masih dalam tahap penyelidikan, makanya kami menanyakan kembali status hukumnya ke Polresta," tambah Risman.

Insiden bermula ketika korban yang baru bekerja empat hari masa pelatihan merasa tidak seimbang antara tunjangan bensin dengan pengeluaran operasional harian. Ketika korban meminta izin mengundurkan diri untuk pulang kampung, bos korban justru marah besar hingga berujung pada tindakan penganiayaan secara fisik.

Akibat pengeroyokan tersebut, korban menderita sejumlah luka memar di bagian kepala serta area tangan akibat sabetan maupun benturan. Usai dianiaya, korban kemudian dipindahkan secara paksa dan disekap di dalam sebuah rumah kontrakan milik salah satu pelaku berinisial SD.

Korban akhirnya berhasil menyelamatkan diri pada pagi hari saat para pelaku tertidur lelap akibat pengaruh minuman beralkohol. PG meloloskan diri dengan melompati celah jendela tanpa teralis sebelum akhirnya meminta perlindungan kepada pengurus RT setempat.

Kasus penganiayaan dan perampasan kemerdekaan seseorang ini kini menjadi perhatian publik di kawasan Kabupaten Tangerang. Pihak keluarga korban berharap kepolisian bergerak cepat menangkap para pelaku agar korban mendapat keadilan dan rasa aman kembali.

Editor : Aris

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network