Menariknya, MLTR menghadirkan konsep panggung yang lebih intim. Drummer Kare Wanscher turun ke depan dengan kahon, sementara personel lain tampil lebih santai untuk mendekatkan diri dengan penonton.
“Aku tahu, kalian suka lagu yang tenang, yang slow, love song,” kata Kare, yang langsung disambut sorakan penonton.
Kedekatan ini membuat suasana konser terasa berbeda, seperti pertemuan hangat yang penuh kenangan. Banyak penonton mengaku terbawa ke masa lalu saat mendengarkan lagu-lagu MLTR.
Salah satu penonton, Olive, mengaku sengaja datang untuk menyaksikan penampilan band favoritnya sejak remaja. “Aku suka MLTR dari zaman sekolah. Lagu-lagunya easy listening dan selalu ngena. Jadi kayak dibawa ke masa lalu,” ujarnya.
Ia juga mengaku konser tersebut terasa emosional karena memiliki kenangan pribadi. “Lagu MLTR juga favorit almarhum ayah saya, jadi agak nyesek dengarnya sekarang,” tambahnya.
Penampilan MLTR ditutup dengan Paint My Love sebelum akhirnya kembali ke panggung membawakan encore Take Me to Your Heart dan That’s Why (You Go Away) yang memicu koor massal penonton.
Editor : Hasiholan Siahaan
Artikel Terkait
