JAKARTA, iNewsTangsel.id - Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya mempertahankan gigi asli terus didorong melalui edukasi kesehatan gigi. Praktik mencabut gigi saat terasa sakit kini dinilai bukan lagi solusi utama, karena banyak kasus justru dapat ditangani melalui perawatan saluran akar.
Perawatan ini menjadi pendekatan yang lebih konservatif karena berfokus pada penyelamatan gigi yang telah terinfeksi, bukan langsung menghilangkannya. Dengan prosedur pembersihan dan penutupan saluran akar, fungsi gigi dapat tetap dipertahankan dalam jangka panjang.
Dokter gigi menilai perubahan pola pikir masyarakat sangat penting, mengingat pencabutan gigi tanpa penanganan lanjutan dapat memicu masalah baru, seperti gangguan mengunyah hingga perubahan struktur rahang.
Spesialis konservasi gigi, drg. Christine Hendriono, Sp.KG, menjelaskan bahwa mempertahankan gigi asli selalu menjadi prioritas selama kondisinya masih memungkinkan. “Root canal treatment menjadi solusi efektif untuk mengatasi infeksi tanpa harus kehilangan gigi,” ujarnya, Jumat (10/7/2026).
Selain itu, perkembangan teknologi turut membuat prosedur perawatan saluran akar kini lebih nyaman dan akurat. Penggunaan digital X-ray hingga alat modern lainnya membantu meningkatkan keberhasilan perawatan sekaligus meminimalkan rasa tidak nyaman bagi pasien.
Edukasi mengenai tanda-tanda kerusakan gigi juga dinilai penting agar masyarakat tidak terlambat mendapatkan penanganan. Pemeriksaan rutin setiap enam bulan menjadi langkah kunci untuk mencegah infeksi berkembang lebih parah.
Dengan pendekatan preventif dan teknologi modern, perawatan gigi kini tidak hanya berfokus pada mengatasi rasa sakit, tetapi juga menjaga kesehatan dan fungsi gigi secara menyeluruh.
Editor : Hasiholan Siahaan
Artikel Terkait
