Kepala BPOM, Taruna Ikrar, menekankan bahwa sinergi antara regulator dan industri menjadi kunci dalam menjamin ketersediaan produk kesehatan yang aman dan bermutu. “Kolaborasi ini penting untuk memastikan masyarakat mendapatkan akses terhadap produk kesehatan yang berkualitas,” katanya.
BPOM juga berperan dalam mempercepat akses terapi inovatif di Indonesia, termasuk Tirzepatide untuk diabetes tipe 2 dan obesitas, melalui mekanisme percepatan registrasi tanpa mengabaikan standar keamanan dan mutu.
Melalui kerja sama ini, BPOM dan APL tidak hanya memperkuat sistem distribusi dan akses obat, tetapi juga mendorong transformasi industri kesehatan yang lebih modern, transparan, dan berkelanjutan di Indonesia.
Editor : Hasiholan Siahaan
Artikel Terkait
