JAKARTA, iNewsTangsel.id - Tren lari di Indonesia terus berkembang, tidak lagi sekadar mengejar performa, tetapi juga membangun kebiasaan latihan yang konsisten. Transisi lari yang lebih halus dan stabil kini menjadi salah satu faktor penting yang dicari para pelari, terutama untuk menjaga performa tanpa mengorbankan kenyamanan.
Inovasi terbaru pada sepatu lari menghadirkan kombinasi teknologi bantalan dan desain geometri yang mampu membantu setiap langkah terasa lebih efisien, sehingga ritme lari dapat terjaga dengan lebih baik.
Di sisi lain, konsistensi latihan tetap menjadi kunci utama dalam mencapai peningkatan performa. Banyak pelari kini mulai berfokus pada rutinitas latihan yang berkelanjutan, bukan sekadar intensitas sesaat. Dukungan perlengkapan yang tepat pun dinilai penting untuk menjaga motivasi sekaligus meminimalkan risiko cedera selama proses latihan berlangsung.
Menjawab kebutuhan tersebut, sepatu lari generasi terbaru hadir dengan bobot ringan sekitar 269 gram. Desain ini memberikan sensasi berlari yang lebih leluasa tanpa beban berlebih, sekaligus mendukung pelari untuk tetap nyaman saat menjalani berbagai jenis latihan, mulai dari jarak pendek hingga panjang.
General Manager Marketing MAP Aktif, Panji Cakrasantana, mengatakan bahwa tren lari di Indonesia kini semakin berkembang ke arah gaya hidup aktif yang berkelanjutan. “Pelari saat ini tidak hanya mengejar hasil, tetapi juga menikmati proses latihan yang dilakukan setiap hari. Karena itu, kebutuhan akan sepatu yang nyaman, ringan, dan mampu mendukung konsistensi menjadi semakin penting,” ujarnya, Jumat (10/7/2026).
Sepatu ini juga dilengkapi berbagai fitur penunjang performa seperti bantalan responsif, desain outsole yang tetap memberikan daya cengkeram optimal, serta material bagian atas yang breathable untuk menjaga kenyamanan kaki selama berlari. Kombinasi tersebut diharapkan mampu memberikan pengalaman berlari yang lebih stabil dan efisien di berbagai kondisi.
Dengan dukungan teknologi dan desain yang semakin adaptif, pelari kini memiliki lebih banyak pilihan untuk meningkatkan performa sekaligus menjaga kenyamanan dalam setiap langkah.
Sebagai informasi sepatu lari Clifton PRO dilengkapi sejumlah fitur unggulan seperti bobot ringan sekitar 269 gram, bantalan responsif, serta desain outsole yang menjaga daya cengkeram tanpa menambah beban. Selain itu, bagian atas sepatu menggunakan material engineered mesh yang breathable untuk meningkatkan kenyamanan saat digunakan dalam berbagai kondisi.
Tak hanya Clifton PRO, HOKA juga memperkenalkan Clifton 11 sebagai opsi sepatu lari dengan fokus pada kenyamanan maksimal. Model ini menawarkan stabilitas dan transisi langkah yang lebih mulus, cocok untuk latihan rutin maupun aktivitas harian.
"Kedua sepatu lari yang diperkenalkan ini sekaligus menegaskan pergeseran tren di kalangan pelari, dari sekadar mengejar performa menjadi membangun kebiasaan latihan yang berkelanjutan," tegas Panji.
Dengan membawa semangat “lari lagi, lari terus”, HOKA ingin mendorong pelari Indonesia untuk terus bergerak dan menikmati setiap prosesnya. Clifton PRO dan Clifton 11 mulai tersedia pada 10 Juli 2026 di seluruh toko resmi HOKA dan sejumlah ritel olahraga di Indonesia, kata Panji.
Editor : Hasiholan Siahaan
Artikel Terkait
