‎Kemenpar Andalkan Industri MICE Dongkrak Pariwisata dan Ekonomi

Elva
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto membuka Southeast Asia Business Events Forum (SEABEF). (Foto: Elva)

JAKARTA, iNewsTangsel.id -Pemerintah terus memperkuat industri Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) sebagai salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi nasional. Selain meningkatkan kunjungan wisatawan, industri penyelenggaraan acara dinilai mampu menciptakan lapangan kerja, mendorong konsumsi, serta membuka peluang investasi di sektor pariwisata.

‎Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengatakan, industri event kini telah berkembang menjadi katalis pertumbuhan ekonomi berkelanjutan yang memberikan nilai tambah jangka panjang. Melalui penguatan sektor MICE, Indonesia berupaya meningkatkan daya saing destinasi sekaligus memperluas kontribusi sektor pariwisata terhadap perekonomian.

‎"Penyelenggaraan event tidak hanya menghadirkan peserta, tapi juga menggerakkan berbagai sektor usaha seperti perhotelan, transportasi, kuliner, ekonomi kreatif, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM)," ujarnya, saat pembukaan Southeast Asia Business Events Forum (SEABEF) 2026, yang dilaksanakan back to back dengan Indonesia Business Event Mart (IBEM) 2026, di Jakarta, Rabu (29/7/2026).

‎Menurutnya, pengembangan industri MICE diarahkan pada empat fokus utama, yakni memperkuat posisi Asia Tenggara sebagai destinasi event global, membangun destinasi yang kompetitif dan berkelanjutan, mendorong inovasi melalui pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI), serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar mampu menyelenggarakan event bertaraf internasional.

‎"Sebagai bagian dari upaya tersebut, Indonesia menggelar pameran industri MICE yang diikuti 98 peserta pameran dan 220 hosted buyers dari berbagai negara. Ajang ini diharapkan menjadi wadah untuk memperluas jejaring bisnis dan membuka peluang kerja sama baru di sektor pariwisata," terangnya.

‎Ia menjelaskan, sepanjang 2025 sebanyak 198 agenda masuk dalam program unggulan nasional. Seluruh kegiatan tersebut berhasil menarik lebih dari 12 juta pengunjung, melibatkan lebih dari 20 ribu pelaku UMKM, serta menciptakan lapangan kerja bagi sekitar 257 ribu pekerja, seniman, dan anggota komunitas.

‎"Selain memperkuat penyelenggaraan event, kami juga mempercepat transformasi digital sektor pariwisata. Salah satunya melalui pengembangan MaIA, layanan perencana perjalanan berbasis kecerdasan buatan (AI), serta EventHub Indonesia, platform digital yang akan menjadi pusat informasi penyelenggaraan event nasional," terangnya.

‎Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menambahkan, sektor pariwisata memiliki peran penting dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia. Untuk itu, stabilitas ekonomi nasional menjadi modal untuk meningkatkan investasi dan daya tarik pariwisata.

‎"Pentingnya memperkuat konektivitas penerbangan langsung antarnegara di kawasan Asia Tenggara guna meningkatkan mobilitas wisatawan. Pembukaan rute-rute baru dapat memperbesar arus kunjungan sekaligus memperluas manfaat ekonomi bagi negara-negara di kawasan," katanya.

‎Ia menilai, Indonesia memiliki keunggulan kompetitif melalui keramahtamahan masyarakat, keberagaman budaya, serta kekayaan kuliner yang menjadi daya tarik wisatawan mancanegara. Maka, pemerintah akan terus menyederhanakan regulasi, meningkatkan standar layanan, dan mempercepat investasi guna memperkuat ekosistem industri MICE.

‎"Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan kontribusi sektor pariwisata terhadap pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi penyelenggaraan event internasional," tutup Airlangga.

Editor : Elva Setyaningrum

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network