JAKARTA, iNewsTangsel.id - Upaya penguatan sistem kesehatan nasional kian mengarah pada kolaborasi lintas negara, seiring meningkatnya kebutuhan layanan medis berkualitas dan terintegrasi. Kehadiran fasilitas kesehatan berstandar internasional dinilai menjadi salah satu langkah strategis untuk memperluas akses layanan sekaligus meningkatkan kapasitas tenaga medis di dalam negeri.
Tren tersebut tercermin dari pembangunan Aspen Medical Hospital Depok yang ditargetkan rampung pada kuartal II 2027. Rumah sakit ini diharapkan tidak hanya menjadi fasilitas layanan kesehatan, tetapi juga menjadi bagian dari penguatan ekosistem kesehatan melalui transfer pengetahuan dan praktik global.
Founder dan Executive Chair Aspen Medical Glenn Keys mengatakan, proyek ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang untuk menghadirkan standar layanan internasional yang relevan dengan kebutuhan lokal. “Kami melihat Indonesia memiliki potensi besar dalam memperkuat sistem kesehatan melalui kolaborasi dan inovasi layanan,” ujarnya, Minggu (2/7/2026).
Rumah sakit yang dibangun di kawasan Sawangan, Depok ini akan memiliki kapasitas 200 tempat tidur, lengkap dengan fasilitas ICU, NICU, PICU, serta ruang isolasi. Selain itu, empat layanan unggulan disiapkan melalui pendekatan Center of Excellence, yakni Cardiovascular Center, Surgery Center, Gastro Hepatology Center, dan Neuro-Restoration Center.
President Director PT Aspen Medical Group Indonesia, Dr. Andrew Rochford menambahkan, pengembangan rumah sakit ini juga diarahkan untuk selaras dengan regulasi nasional serta kebutuhan masyarakat. Pendekatan multidisiplin berbasis pasien menjadi fokus utama dalam menghadirkan layanan yang aman dan efektif.
Penguatan kolaborasi juga diperluas melalui penyelenggaraan International Medical Conference di Jakarta, yang mempertemukan pemerintah, regulator, sektor swasta, hingga pelaku industri asuransi. Forum ini membahas isu strategis mulai dari standar layanan kesehatan, investasi tenaga medis, hingga penguatan sistem pembiayaan kesehatan.
Menurut Glenn, sinergi antara pemerintah, investasi jangka panjang, dan kolaborasi internasional menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Indonesia. Ia menegaskan, pembangunan fasilitas fisik harus diiringi dengan pengembangan kapasitas manusia dan kemitraan berkelanjutan.
“Fokus kami bukan hanya membangun rumah sakit, tetapi menciptakan sistem layanan kesehatan yang berkelanjutan dan memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat,” kata dia.
Editor : Hasiholan Siahaan
Artikel Terkait
