Dalam rekomendasinya, laporan tersebut menekankan empat langkah utama, yakni penguatan koordinasi lintas fungsi untuk memastikan ketepatan pelepasan bahan baku, penerapan perencanaan kapasitas berbasis produk, peningkatan kontrol supervisor di lini produksi, serta penataan ulang rantai pasok kain agar lebih responsif.
Dengan penerapan strategi tersebut, industri garmen Indonesia dinilai tidak hanya mampu meningkatkan efisiensi biaya, tetapi juga memperkuat keandalan produksi dan posisi di pasar ekspor global.
Editor : Hasiholan Siahaan
Artikel Terkait
