Penyakit Ginjal Kronis Ancam Jutaan Warga, Transformasi Layanan Kesehatan Dipercepat

Hasiholan
Pengembangan layanan berbasis inovasi dan integrasi diperkirakan akan menjadi arah utama sistem kesehatan nasional, terutama dalam penanganan penyakit katastropik yang membutuhkan penanganan jangka panjang dan biaya tinggi. Foto Hasiholan

JAKARTA, iNewsTangsel.id - Peningkatan kasus penyakit ginjal di Indonesia mendorong kebutuhan layanan kesehatan yang lebih terintegrasi dan berbasis teknologi. Dalam beberapa tahun terakhir, penyakit ginjal kronis (PGK) menjadi salah satu masalah kesehatan serius dengan jutaan masyarakat terdampak dan angka kematian yang terus meningkat.

Data menunjukkan lebih dari 33 juta penduduk Indonesia hidup dengan penyakit ginjal kronis, menjadikannya salah satu penyebab kematian utama. Tanpa penanganan yang optimal, sebagian pasien berisiko berkembang ke tahap akhir yang membutuhkan terapi pengganti ginjal seperti dialisis atau transplantasi.

Kondisi tersebut memicu transformasi layanan uro-nefrologi, termasuk penguatan diagnosis presisi, pemanfaatan teknologi bedah modern, serta pendekatan multidisiplin dalam penanganan pasien. Integrasi layanan dari deteksi dini hingga perawatan pasca tindakan dinilai penting untuk meningkatkan keberhasilan terapi dan kualitas hidup pasien.

Salah satu upaya penguatan layanan dilakukan melalui forum ilmiah dan kolaborasi tenaga kesehatan. Simposium uro-nefrologi yang melibatkan ratusan dokter dan puluhan pembicara nasional maupun internasional menjadi wadah untuk mempercepat adopsi inovasi medis dan praktik berbasis bukti di Indonesia.

Editor : Hasiholan Siahaan

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network