Aksi Berbahaya Pelajar SMP Bonceng Empat di Ciputat Viral, Polisi Beri Pembinaan

Aris
Klarifikasi keluarga terkait aksi viral anak SMP naik motor berempat. (Foto: Dok. Polsek Ciptim)

CIPUTAT, iNewsTangsel.id - Aksi berbahaya empat pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang berkendara sepeda motor secara berboncengan empat tanpa helm viral di media sosial. Peristiwa yang mengabaikan keselamatan berlalu lintas ini terjadi di Jalan WR Supratman, Kelurahan Rengas, Kecamatan Ciputat Timur, Tangerang Selatan, baru-baru ini. 

Dalam rekaman video yang beredar luas, tampak dua pelajar nekat berdiri di atas step belakang sepeda motor sambil berpelukan dengan pengemudi. Menanggapi kejadian tersebut, jajaran Polsek Ciputat Timur langsung menerjunkan personel untuk menelusuri pemilik kendaraan.

Petugas kepolisian mendatangi rumah pemilik sepeda motor Honda Vario warna hitam bernomor polisi B-3457-WBA untuk meminta klarifikasi. "Kemudian kami melakukan klarifikasi kepada Saudari K selaku pemilik kendaraan yang terlihat dalam video tersebut," ujar Kapolsek Ciputat Timur Kompol Bambang Askar Sodiq, dalam keterangannya, Selasa (22/9/2026).

Pemilik kendaraan mengonfirmasi bahwa salah satu remaja yang berada di atas motor tersebut merupakan anak kandungnya. Kepolisian kemudian memanggil seluruh pelajar yang terlibat beserta orang tua masing-masing dan pengurus RT setempat.

"Langkah ini dilakukan untuk klarifikasi, pembinaan, serta memberikan edukasi menyeluruh kepada para pelajar dan orang tua," kata Bambang menjelaskan penanganan kasus tersebut. Penindakan ini bertujuan untuk menanamkan kesadaran akan tingginya risiko kecelakaan akibat pelanggaran fatal di jalan raya.

Polisi menegaskan bahwa aksi bonceng empat dapat memicu kendaraan kehilangan keseimbangan hingga berpotensi fatal saat pengereman mendadak. Para remaja tersebut juga diingatkan bahwa mereka belum cukup umur dan belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) untuk berkendara.

Selain pemanggilan, pihak kepolisian menetapkan kewajiban khusus bagi keempat siswa tersebut sebagai bentuk tanggung jawab moral. Keempatnya diwajibkan mengikuti program pembinaan karakter untuk memastikan pelanggaran serupa tidak terulang di masa depan.

"Mereka setiap hari Sabtu pagi jam 07.00 WIB sampai 10.00 WIB ikut giat pelatihan karakter Saka Bhayangkara Polsek Ciputat Timur," tegas Bambang. Pihaknya berharap edukasi ini dapat menjadi pelajaran berharga bagi para orang tua agar lebih ketat dalam mengawasi anak-anaknya.

Langkah preventif dari pihak kepolisian ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran keselamatan berkendara di wilayah Tangerang Selatan.

Editor : Elva Setyaningrum

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network