Penyakit Ginjal Kronis Ancam Jutaan Warga, Transformasi Layanan Kesehatan Dipercepat

Hasiholan
Pengembangan layanan berbasis inovasi dan integrasi diperkirakan akan menjadi arah utama sistem kesehatan nasional, terutama dalam penanganan penyakit katastropik yang membutuhkan penanganan jangka panjang dan biaya tinggi. Foto Hasiholan

CEO Siloam International Hospitals, Caroline Riady, mengatakan kebutuhan layanan uro-nefrologi yang terus meningkat harus diimbangi dengan peningkatan kapabilitas sistem kesehatan. “Integrasi layanan mulai dari diagnosis, tindakan medis hingga pemantauan pasien sangat penting untuk menghasilkan outcome klinis yang lebih baik dan memperluas akses masyarakat terhadap layanan berkualitas,” ujarnya, Sabtu (8/8/2026).

Sementara itu, Prof. Dr. dr. Nur Rasyid, Sp.U(K), menekankan bahwa masa depan penanganan penyakit uro-nefrologi bergantung pada pendekatan yang menyeluruh. “Penanganan tidak hanya pada tindakan medis, tetapi juga mencakup deteksi dini, teknologi presisi, serta pemantauan jangka panjang agar pasien mendapatkan terapi yang tepat dan optimal,” jelasnya.

Di tengah tantangan tersebut, penguatan kompetensi tenaga kesehatan, kolaborasi lintas disiplin, serta pemanfaatan teknologi medis menjadi kunci dalam menjawab lonjakan kasus penyakit ginjal di Indonesia. Transformasi layanan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas perawatan sekaligus menekan angka komplikasi dan kematian akibat penyakit ginjal.

Ke depan, pengembangan layanan berbasis inovasi dan integrasi diperkirakan akan menjadi arah utama sistem kesehatan nasional, terutama dalam penanganan penyakit katastropik yang membutuhkan penanganan jangka panjang dan biaya tinggi.

Editor : Hasiholan Siahaan

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network