Karena itu, menurut yayasan, alasan utama orang tua akhirnya ikut bersuara bukan untuk masuk ke dalam konflik kelembagaan, melainkan untuk memastikan anak-anak mereka tetap aman dan tidak mengalami trauma.
Persoalannya pun kini tidak lagi hanya menyangkut hubungan antara Yayasan Syarief Hidayatullah dengan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Ada kekhawatiran bahwa konflik tersebut justru menyeret pihak yang tidak memiliki kepentingan di dalamnya, yakni para siswa.
Orang tua akhirnya ikut turun tangan bukan untuk memenangkan konflik yayasan atau UIN, melainkan karena mereka merasa perlu memastikan anak-anak mereka tidak menjadi korban dari perseteruan orang dewasa.
Editor : Aris
Artikel Terkait
