PAMULANG, iNewsTangsel.id - Pemkot Tangerang Selatan melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangerang Selatan menggandeng Gerakan Pejuang Subuh (GPS) menggelar pelatihan keterampilan digital khusus pemuda masjid. Program ini dilaksanakan secara terstruktur dalam tiga pertemuan di sejumlah masjid wilayah Pamulang.
Kepala Diskominfo Tangsel, Tb. Asep Nurdin, menegaskan inisiatif tersebut sebagai langkah strategis meningkatkan kapasitas generasi muda di tengah perkembangan teknologi informasi yang pesat. Ia menekankan pentingnya pemuda masjid tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga produsen konten dan inovasi digital.
“Pelatihan ini menjadi salah satu upaya untuk mendorong pemuda masjid agar tak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menciptakan karya dan inovasi,” ujar Tb. Asep Nurdin dalam keterangannya, Sabtu (24/10/2026). Materi pelatihan difokuskan pada pemrograman komputer (coding) dan produksi konten digital yang relevan dengan industri kreatif saat ini.
Penguasaan skill coding dan konten kreatif dinilai memberi nilai tambah besar bagi pengembangan diri peserta sekaligus memperluas peran positif mereka di ruang publik daring. Asep menjelaskan bahwa keterampilan ini dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan potensi individu sekaligus menyebarkan informasi bermanfaat.
“Melalui pelatihan coding dan konten digital, peserta dibekali keterampilan yang bisa dimanfaatkan untuk mengembangkan potensi diri hingga menyebarkan informasi positif di ruang digital,” ungkap Asep. Pelatihan yang dipusatkan di kawasan Pamulang diharapkan menciptakan efek berganda bagi lingkungan sosial sekitar.
Kolaborasi Diskominfo dan GPS menjadikan masjid tidak sekadar pusat ibadah ritual, melainkan juga pusat pemberdayaan umat berbasis teknologi. Pemerintah Kota Tangerang Selatan memandang keterlibatan aktif pemuda masjid dalam ekosistem digital sebagai kunci menjaga ruang online tetap sehat dan konstruktif.
Program ini diarahkan untuk mencetak sumber daya manusia lokal yang berdaya saing tinggi di bidang teknologi informasi. Melalui pendekatan tersebut, generasi muda masjid diharapkan mampu berkontribusi nyata dalam membangun ekosistem digital yang positif.
“Harapannya, pemuda masjid bisa makin kreatif, produktif, dan ikut berkontribusi membangun ekosistem digital yang positif,” pungkas Tb. Asep Nurdin.
Editor : Vitrianda Hilba Siregar
Artikel Terkait
