Sejarah Suku Laut Terancam Hilang, Indonesia Gandeng Dunia

Elva
Penandatangan MoU ANRI dan The Korean Studies Institute saat 11th MOWCAP General Meeting and ?International Seminar The World Of Water. Foto Elva

JAKARTA, iNewsTangsel.id - ‎Warisan sejarah masyarakat maritim di kawasan Asia Pasifik menghadapi ancaman hilang akibat modernisasi, perubahan iklim, dan bencana alam. Tradisi lisan, pengetahuan navigasi, hingga catatan perjalanan masyarakat nomaden laut, seperti Suku Bajau, Moken, dan Orang Laut menjadi bagian dari kekayaan budaya yang perlu segera didokumentasikan dan dilestarikan.

‎"Laut bukan sekadar batas geografis, melainkan penghubung peradaban, budaya, dan pengetahuan antarmasyarakat lintas negara," kata Menteri Kebudayaan sekaligus Ketua Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO, Fadli Zon dalam sambutannya saat 11th MOWCAP General Meeting and ‎International Seminar “The World Of Water, di Jakarta, Selasa (3/11/2026). 

‎Menurutnya, sejarah masyarakat maritim tersimpan dalam berbagai bentuk, mulai dari manuskrip, peta, foto, rekaman audiovisual, hingga tradisi lisan. Warisan tersebut menjadi bagian penting dari memori kolektif yang harus diwariskan kepada generasi mendatang.

‎"Sebagai negara kepulauan dengan lebih dari 17.000 pulau, laut selalu menghubungkan masyarakat, budaya, dan peradaban," ujar Fadli. 

‎Fadly juga mendorong penguatan kerja sama multinasional, digitalisasi arsip, dan manajemen risiko untuk melindungi dokumen sejarah dari ancaman bencana dan perubahan iklim, terutama di kawasan pesisir.

‎"Melalui pertemuan yang diikuti perwakilan 40 negara Asia Pasifik tersebut, Indonesia berharap pelestarian warisan dokumenter menjadi tanggung jawab bersama. Sebab, hilangnya arsip dan tradisi bukan sekadar kehilangan catatan sejarah, melainkan juga hilangnya identitas serta ingatan kolektif masyarakat," terangnya. 

‎Sementara itu, Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) Mego Pinandito menambahkan, sejarah masyarakat nomaden laut tidak selalu tersimpan dalam dokumen tertulis. Pengetahuan mereka justru hidup melalui lagu, tradisi, pengalaman pelayaran, serta ingatan yang diwariskan secara turun-temurun.

‎"Beberapa arsip paling terancam di dunia bukan terbuat dari kertas, melainkan berupa ingatan yang hidup," ungkapnya.

‎Karena itu, lanjut dia, pelestarian warisan maritim perlu melibatkan komunitas pemilik tradisi, bukan hanya mengandalkan lembaga kearsipan. 

‎"Dokumentasi berbasis masyarakat menjadi penting agar pengetahuan lokal tidak terputus akibat perubahan zaman," imbuh Mego.

‎Dia menilai, modernisasi dan perubahan iklim membuat pelestarian warisan masyarakat pesisir semakin mendesak. Tanpa dokumentasi dan perlindungan yang tepat, pengetahuan lokal tersebut berisiko terputus dari generasi berikutnya.

‎"Melalui seminar internasional ini kami mendorong dokumentasi warisan maritim takbenda, penguatan pengarsipan berbasis komunitas dan masyarakat adat, serta perluasan kerja sama antarnegara," tegasnya. 

‎Perhatian terhadap pelestarian arsip juga disampaikan Presiden Korea Studies Institute (KSI), Zhang Zhichang. Dia menilai warisan dokumenter merupakan jembatan antara masa lalu dan masa depan yang menyimpan pengetahuan, pengalaman, serta ingatan masyarakat.

‎"Kerja sama antarnegara diperlukan untuk mengidentifikasi, melindungi, dan memperkenalkan warisan dokumenter kepada masyarakat luas. Melalui pertukaran pengetahuan, pameran, publikasi, dan kegiatan akademis, kisah serta pengalaman komunitas lokal dapat lebih dikenal oleh generasi mendatang," ungkapnya. 

‎Dalam kesempatan tersebut, pihaknya dan ANRI menandatangani nota kesepahaman kerja sama pelestarian warisan dokumenter. Kolaborasi itu mencakup pertukaran keahlian, pengembangan pameran, publikasi, kegiatan akademis, serta peluang pengajuan nominasi bersama dalam daftar Memory of the World.

Editor : Elva Setyaningrum

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network