TANGERANG, iNewsTangsel.id - Indonesia berpeluang memperkuat posisinya sebagai basis produksi alat kesehatan berstandar internasional di tengah meningkatnya kebutuhan perangkat kesehatan. Perusahaan teknologi kesehatan asal Jerman, Beurer, mengembangkan fasilitas produksi di Kendal, Jawa Tengah, dengan kapasitas lebih dari satu juta unit per tahun.
Komitmen tersebut diperlihatkan melalui peluncuran alat pengukur tekanan darah Beurer BM 21 dalam ajang Indonesia International Hospital Expo ke-38 di ICE BSD City, Tangerang, pada awal Oktober kemarin. Produk ini menjadi salah satu wujud pengembangan manufaktur alat kesehatan lokal dengan mengadopsi teknologi dan standar perusahaan asal Jerman.
Managing Director Beurer Healthcare and Wellbeing Indonesia, Aria Verdin, menyebut produksi BM 21 di Indonesia sebagai pencapaian penting bagi perusahaan. "BM 21 merupakan milestone karena menghadirkan produk yang diproduksi di Indonesia dengan standar Jerman," ujar Aria, dalam keterangannya, Kamis (5/11/2026).
Proses manufaktur perangkat tersebut dilakukan di fasilitas PT Beurer Indonesia Technology yang berlokasi di Kendal, Jawa Tengah. Director Beurer Indonesia Technology, Akhmad Darsono, mengatakan keterlibatan tenaga kerja lokal menjadi bagian penting dalam pengembangan industri perusahaan.
"BM 21 merupakan produk yang proudly made in Indonesia. Ini menjadi bukti komitmen Beurer untuk terus mengembangkan kemampuan produksi di Indonesia," kata Akhmad.
Keterlibatan sumber daya manusia lokal mencakup berbagai tingkatan, mulai dari operator produksi hingga jajaran manajemen.
Dengan kapasitas produksi lebih dari satu juta unit per tahun, Indonesia dipandang memiliki potensi sebagai pusat pengembangan manufaktur Beurer. Perusahaan juga membidik berbagai segmen pasar, mulai dari rumah tangga, fasilitas kesehatan, apotek, toko alat kesehatan, hingga sektor swasta dan institusi pemerintah.
Dari sisi produk, BM 21 dirancang dengan pengoperasian satu tombol, layar yang mudah dibaca, serta pilihan sumber daya baterai dan USB Type-C. Perangkat ini juga dilengkapi indikator deteksi aritmia dan zona warna untuk membantu pengguna memahami hasil pengukuran tekanan darah.
Head of Marketing Beurer Healthcare and Wellbeing Indonesia, Intan Wardhatun, mengatakan perusahaan ingin memperluas akses masyarakat terhadap perangkat pemantauan kesehatan yang praktis. "Kami ingin semakin banyak keluarga memiliki akses terhadap perangkat kesehatan yang praktis dan dapat digunakan secara rutin," ujarnya.
Pengembangan produksi lokal tersebut berlangsung di tengah upaya industri kesehatan meningkatkan kemampuan manufaktur dalam negeri. Melalui kombinasi kapasitas produksi, teknologi, dan standar internasional, Beurer melihat Indonesia tidak hanya sebagai pasar penjualan, tetapi juga sebagai basis pengembangan produk untuk menjangkau pasar yang lebih luas.
Editor : Vitrianda Hilba Siregar
Artikel Terkait
