Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : 10 Negara Ikut Fi Asia Indonesia 2026, Industri Makanan dan Minuman Makin Kompetitif
Advertisement . Scroll to see content

Mengembangkan Karakter Kewirausahaan Melalui Seni Budaya di TKK Penabur Bintaro Jaya

Rabu, 20 November 2024 | 20:07 WIB
  • author Doni Marhendro
Mengembangkan Karakter Kewirausahaan Melalui Seni Budaya di TKK Penabur Bintaro Jaya
Melalui partisipasi dalam GEW, anak-anak diberi kesempatan berinteraksi dengan pengusaha muda dari seluruh dunia dan belajar bagaimana nilai kewirausahaan diterapkan dalam konteks global.

BINTARO, iNewsTangsel.id - TKK Penabur Bintaro Jaya berkomitmen kuat untuk membentuk karakter anak-anak yang kreatif, inovatif, tangguh, dan berani mencoba hal-hal baru. Nilai-nilai kewirausahaan ditanamkan sejak dini, karena relevan tidak hanya di dunia bisnis, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut Kepala TKK Penabur Bintaro Jaya, Agatha Ika Fibriyanti, program ini menjadi bagian dari kegiatan Global Entrepreneurship Week (GEW). "Kami percaya bahwa menanamkan nilai kewirausahaan sejak usia dini akan membantu anak-anak tumbuh menjadi individu yang siap menghadapi tantangan masa depan," ujarnya.

GEW adalah perayaan kewirausahaan tahunan yang diikuti berbagai negara. Sebagai bagian dari Global Entrepreneurship Network (GEN), TKK Penabur Bintaro Jaya terhubung dengan sekolah dan pengusaha muda di seluruh dunia. Partisipasi ini menjadi bukti nyata bahwa TKK Penabur Bintaro Jaya menanamkan nilai kewirausahaan sejak dini, terutama melalui pendekatan seni budaya.

Menanamkan Nilai-Nilai Kewirausahaan

Sikap kewirausahaan yang diajarkan mencakup kreativitas, inovasi, ketangguhan, dan keberanian mencoba hal baru. Agatha menegaskan, "Kami ingin anak-anak tidak hanya memahami teori kewirausahaan, tetapi juga mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari."

Untuk itu, program Entrepreneurship Seni Budaya dirancang sebagai ciri khas pembelajaran. Seni dan budaya lokal Indonesia menjadi fokus utama, untuk menumbuhkan rasa cinta dan kebanggaan terhadap warisan budaya. Sebagai contoh, pada proyek P5 bertema budaya Tangerang Selatan, anak-anak mempelajari ikon lokal seperti Anggrek Fanda Douglas, dodol cileng, tahu Serpong, dan kain tradisional daerah tersebut.

Editor: Hasiholan Siahaan

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut