get app
inews
Aa Text
Read Next : Industri Global Lirik Pasar Wisata Medis Indonesia, JCB Gandeng Danamon dan Noage

Kembangkan Wisata Medis, Rumah Sakit di Tangerang Tetap Perhatikan Akses BPJS

Rabu, 11 Februari 2026 | 22:21 WIB
header img
Gubernur Banten Andra Soni bersama Wali Kota Tangerang, Sachrudin saat meresmikan poliklinik eksklusif Primaya Hospital. Foto Elva

TANGERANG, iNewsTangsel.id - Pengembangan layanan wisata medis (medical tourism) mulai menjadi bagian dari strategi peningkatan mutu pelayanan kesehatan di wilayah Tangerang. Salah satunya, Primaya Hospital Tangerang yang  memperluas layanan berstandar internasional dengan pengembangan layanan medical tourism sekaligus  memastikan akses bagi pasien peserta BPJS Kesehatan tetap terlayani.

“Kami mendukung pengembangan layanan kesehatan berkualitas. Tapi juga menekankan pentingnya prinsip inklusivitas agar seluruh lapisan masyarakat tetap mendapatkan akses yang adil. Jangan sampai masyarakat sekitar tidak terlayani, termasuk pengguna BPJS,” kata Gubernur Banten Andra Soni, Rabu (11/2/2026). 

Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Tangerang, Sachrudin, menilai peningkatan mutu layanan kesehatan menjadi bagian penting dalam mendorong daya saing daerah. Untuk itu, pihaknya mengapresiasi peningkatan kualitas layanan yang telah memenuhi standar internasional serta penetapan rumah sakit ini sebagai Rumah Sakit Medical Tourism.

“Ini bukan hanya kebanggaan bagi rumah sakit, tetapi juga bagi Kota Tangerang dan Provinsi Banten. Kehadiran layanan medical tourism ini menjadi bukti, kita mampu menyediakan pelayanan kesehatan berkualitas tanpa harus ke luar negeri,” ujar Sachrudin.

Menurutnya, penguatan fasilitas dan layanan kesehatan berstandar internasional ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap layanan kesehatan di luar negeri.

“Jadi, sekarang masyarakat tak perlu ke luar negeri. Karena rumah sakit ini juga sudah memiliki sejumlah alat canggih yang ada di luar negeri,” tegasnya. 

Sementara itu, CEO Primaya Hospital Tangerang, Leona A. Karnali, menjelaskan rumah sakit yang telah beroperasi selama 20 tahun ini, pada 2022 ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan sebagai Rumah Sakit Medical Tourism. Pengembangan Poliklinik Eksekutif menjadi salah satu upaya untuk menghadirkan layanan kesehatan dengan standar internasional di dalam negeri.

“Melalui Poliklinik Eksekutif, kami menghadirkan layanan setara internasional di Tangerang, sehingga masyarakat memiliki pilihan pelayanan kesehatan terbaik tanpa harus berobat ke luar negeri,” kata Leona.

Dalam aspek pembiayaan, lanjutnya, rumah sakit tetap melayani peserta BPJS Kesehatan. Proses pelayanan BPJS dilakukan melalui jalur tersendiri karena perbedaan mekanisme administrasi dibandingkan pasien umum.

“Saat ini, kami memiliki sekitar 40 poliklinik dengan lebih dari 100 dokter spesialis dari berbagai bidang. Data internal menunjukkan kunjungan rawat jalan masih mendominasi layanan, terutama melalui poliklinik spesialis,” tutup Leona. 

Editor : Elva Setyaningrum

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut