Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Aksi Koboi Jalanan di Tangsel: Pria Diduga Oknum TNI Todongkan Senpi ke Driver Taksi Online
Advertisement . Scroll to see content

MER-C Indonesia Siap Kirim Misi Kemanusian Zona Konflik di Lebanon Usai Gugurnya Tiga Prajurit TNI

Rabu, 01 April 2026 | 17:42 WIB
  • author Danandaya Arya Putra
MER-C Indonesia Siap Kirim Misi Kemanusian Zona Konflik di Lebanon Usai Gugurnya Tiga Prajurit TNI
Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Indonesia menyatakan kesiapannya untuk segera menerjang zona konflik dalam misi kemanusiaan ke Lebanon. Foto: Danandaya

MER-C Indonesia Siap Kirim Misi Kemanusian Zona Konflik di Lebanon Usai Gugurnya Tiga Prajurit TNI

JAKARTA, iNewsTangsel.id - Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Indonesia menyatakan kesiapannya untuk segera menerjang zona konflik dalam misi kemanusiaan ke Lebanon. Langkah berani ini diambil menyusul kabar duka gugurnya tiga prajurit TNI yang tengah menjalankan tugas mulia sebagai pasukan perdamaian PBB di wilayah tersebut.

Saat ini, MER-C tengah bergerak cepat melakukan koordinasi intensif dengan berbagai pihak terkait. Hal ini dilakukan guna memastikan seluruh prosedur keamanan dan teknis di lapangan matang, demi menjamin kelancaran misi kemanusiaan di tengah situasi Lebanon yang sedang membara.

"Untuk menyikapi kondisi krisis kemanusiaan yang ada di Lebanon, MER-C Indonesia juga akan menyiapkan misi kemanusiaan ke wilayah tersebut dan saat ini sedang melakukan koordinasi-koordinasi secara formal kepada berbagai pihak terkait," kata Ketua Presidium MER-C Indonesia, Hadiki Habib dalam konferensi pers di kantornya, Rabu (1/4/2026).

Ia menegaskan fokus bantuan yang dikirimkan berupa dukungan medis, baik dalam bentuk tenaga kesehatan maupun obat-obatan. Karena, konflik di Lebanon membuat ribuan warga mengungsi dan tentunya membutuhkan layanan kesehatan.

"Apa yang kita kerjakan ini tentu merupakan satu sebagai sebuah penyaluran dari solidaritas masyarakat kepada korban konflik yang ada di Lebanon, dan kemudian juga berusaha mengangkat isu bahwa konflik harus dihentikan," ucapnya.

"Karena Lebanon sendiri saat ini sudah ada 800.000 lebih pengungsi internal yang merupakan korban dari konflik antara Hizbullah dan Israel, maupun pengungsi yang keluar dari wilayah Gaza dan Suriah yang masuk ke daerah Lebanon," sambungnya.

Editor: Vitrianda Hilba SiregarEditor Jakarta

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut