Berani Banget! Film Ghost in The Cell Sentil Korupsi hingga Kehidupan Negara
JAKARTA, iNewsTangsel.id - Sutradara Joko Anwar menghadirkan pendekatan berbeda lewat film Ghost in The Cell dengan menyoroti realitas sosial Indonesia yang dinilai semakin “absurd”. Film ini tak sekadar hiburan, tetapi juga menjadi medium refleksi kondisi masyarakat yang dinilai penuh paradoks.
Dalam keterangannya Joko menyebut ide film ini telah digarap sejak 2018 dengan harapan situasi sosial akan membaik. Namun, ia justru melihat fenomena sebaliknya, di mana berbagai persoalan besar seperti korupsi kian terasa tidak masuk akal namun dianggap biasa.
“Yang muncul terus dalam pengembangan cerita adalah kata ‘absurd’. Banyak hal besar terjadi, tapi respons kita seolah biasa saja,” ujarnya, Minggu (12/4/2026).
Lewat narasi metaforis, film ini menggambarkan penjara sebagai representasi negara, sementara para tahanan mencerminkan masyarakat yang terjebak dalam sistem. Kritik tersebut dikemas dengan gaya satire, namun tetap menjaga keseimbangan antara pesan sosial dan unsur hiburan.
Film ini memadukan genre horor dan komedi dengan perubahan tone yang dinamis, mengikuti kondisi sosial yang tidak menentu. Meski mengandung kritik tajam, Joko menegaskan filmnya tidak bertujuan menghadirkan keputusasaan, melainkan refleksi yang tetap menyisakan harapan.
Editor : Hasiholan Siahaan