Seminar Nasional Soroti Peran Baru BPD di Tengah Tantangan Fiskal
JAKARTA, iNewsTangsel.id -Keterbatasan fiskal daerah mendorong perubahan peran Bank Pembangunan Daerah (BPD) dari sekadar pengelola anggaran menjadi motor solusi pembiayaan produktif. Isu ini mengemuka dalam Seminar Nasional BPD se-Indonesia di Solo.
Ketua Umum ASBANDA, Agus H. Widodo, menilai BPD harus mampu menjawab tantangan keterbatasan APBD dengan menghadirkan skema pembiayaan yang berdampak langsung pada ekonomi daerah.
“Dalam kondisi fiskal yang terbatas, BPD harus hadir sebagai penggerak pembiayaan produktif, bukan hanya pengelola dana,” ujar Agus, Senin (20/4/2026).
Ia menekankan pentingnya optimalisasi instrumen seperti pinjaman daerah untuk mendukung sektor riil, termasuk UMKM, layanan publik, pendidikan, dan kesehatan. Menurutnya, pembiayaan harus diarahkan untuk menciptakan efek berganda yang memperkuat ekonomi lokal.
Agus juga menyoroti keunggulan BPD yang memiliki kedekatan dengan pemerintah daerah serta pemahaman mendalam terhadap karakter ekonomi setempat, sehingga dinilai strategis dalam mengarahkan aliran dana agar lebih tepat sasaran.
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan pembangunan daerah membutuhkan sinergi lintas sektor. Ia menyebut BPD berperan penting dalam menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mendorong masuknya investasi.
Editor : Hasiholan Siahaan