get app
inews
Aa Text
Read Next : Tekanan Kerja dan Kurang Tidur Picu Gangguan Kesehatan Mental Generasi Muda

Waspadai Migrain di Usia Produktif, Kenali Gejala, Pemicu dan Cara Mengendalikannya

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:06 WIB
header img
Masyarakat diingatkan bahwa pusing, migrain, dan vertigo merupakan kondisi berbeda. Migrain banyak menyerang usia produktif dan dipicu berbagai faktor. [Foto: ist]

Ia menegaskan bahwa tidak semua pusing merupakan migrain dan tidak semua migrain termasuk vertigo. Karena itu, masyarakat perlu memahami perbedaan gejala agar dapat memperoleh penanganan yang sesuai dan tepat sasaran.

Menurut dr. Ivana, migrain paling sering menyerang kelompok usia produktif antara 20 hingga 50 tahun. Bahkan, pada usia 40 tahun ke atas, sebagian orang dapat mengalami peningkatan frekuensi migrain akibat berbagai faktor pemicu yang muncul seiring bertambahnya usia.

“Perubahan hormon, terutama pada perempuan yang memasuki masa perimenopause, tingkat stres pekerjaan dan keluarga yang tinggi, pola tidur tidak teratur, hingga penyakit penyerta seperti hipertensi, gangguan kecemasan, dan gangguan tidur dapat meningkatkan risiko migrain,” ujarnya pada sesi seminar kesehatan bertajuk "Kenali Migrain, Kendalikan Gejalanya untuk Hidup Lebih Berkualitas" di Superhouse Paskal, Bandung.

Selain itu, pola hidup tidak sehat dan kurangnya aktivitas fisik juga berkontribusi terhadap meningkatnya risiko migrain. Dr. Ivana mengingatkan bahwa seseorang yang baru pertama kali mengalami sakit kepala berat setelah usia 40 tahun sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter untuk memastikan tidak ada penyebab lain yang lebih serius.

Ia juga mengungkapkan bahwa setiap penderita migrain memiliki pemicu yang berbeda-beda. Namun, beberapa jenis makanan dan minuman seperti makanan tinggi MSG, daging olahan, keju fermentasi, cokelat, kafein berlebihan, alkohol, serta pemanis buatan tertentu sering dilaporkan memicu serangan migrain.

Sebaliknya, penderita migrain dianjurkan memperbanyak konsumsi sayur dan buah segar, ikan kaya omega-3 seperti salmon dan tuna, serta kacang-kacangan dan biji-bijian utuh. Selain menjaga asupan makanan sehat, dr. Ivana juga menekankan pentingnya pola makan teratur dan mencukupi kebutuhan cairan tubuh karena telat makan sering menjadi salah satu pemicu utama migrain.

Editor : Aris

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut