Kolaborasi Lintas Negara Perluas Layanan Kanker, Tekan Tren Berobat ke Luar Negeri
JAKARTA, iNewsTangsel.id - Upaya meningkatkan kualitas layanan kesehatan, khususnya penanganan kanker, terus dilakukan melalui kolaborasi antara rumah sakit di Indonesia dan institusi medis luar negeri. Karena kemitraan tersebut dapat memperluas akses masyarakat terhadap layanan onkologi berstandar internasional tanpa harus menjalani pengobatan di luar negeri.
Salah satu kolaborasi tersebut diwujudkan melalui peluncuran Ciputra Cancer Center di Ciputra Hospital CitraGarden City, Jakarta Barat, yang menggandeng Singapore Medical Group (SMG) dan Curie Oncology dari Singapura, Jumat (17/7/2026).
Direktur Ciputra Group, Nararya Ciputra Sastrawinata mengatakan, kolaborasi ini ditujukan untuk menghadirkan penanganan kanker yang lebih komprehensif melalui penerapan protokol terapi internasional, layanan multidisiplin, serta pemanfaatan teknologi dalam konsultasi medis.
"Kerjasama ini bertujuan memperluas akses pasien Indonesia terhadap layanan onkologi tanpa harus berobat ke luar negeri. Apalagi, Indonesia memiliki banyak dokter dengan kompetensi yang baik. Sehingga kolaborasi dengan pusat kesehatan luar negeri menjadi salah satu cara untuk memperbarui pengetahuan dan praktik klinis," ujarnya.
Ia berharap semakin banyak kolaborasi internasional yang dilakukan, semakin meningkat kepercayaan masyarakat untuk menjalani pengobatan di dalam negeri. Karena pasien dapat memperoleh evaluasi kasus, second opinion, hingga rekomendasi terapi berdasarkan standar penanganan kanker yang diterapkan di Singapura.
"Kami memahami masih banyak masyarakat yang memilih berobat ke luar negeri dengan berbagai pertimbangan. Harapannya, dari sisi kualitas layanan medis dan kenyamanan, pasien bisa merasa yakin untuk berobat di Indonesia," tegas Nararya.
Sementara itu, CEO SMG, dr. Beng Teck Liang menjelaskan, salah satu fokus kerja sama ini adalah penerapan precision medicine, yaitu pendekatan pengobatan yang disesuaikan dengan karakteristik genetik dan mutasi sel kanker setiap pasien.
"Pendekatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan ketepatan pemilihan terapi," katanya.
Hal senada diungkapkan, Founder Curie Oncology, dr. John Chia. Menurutnya, tim onkologi dari Singapura akan berkolaborasi dengan dokter di Indonesia dalam menangani kasus-kasus kanker yang kompleks melalui pembahasan rutin di International Tumor Board.
"Kolaborasi tidak hanya dilakukan melalui kunjungan berkala dokter spesialis dari Singapura, tapi juga melalui layanan telekonsultasi dan diskusi kasus secara daring dari berbagai disiplin ilmu untuk menentukan terapi yang paling sesuai berdasarkan kondisi masing-masing pasien," paparnya.
Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah mengingatkan, pentingnya deteksi dini sebagai salah satu langkah utama meningkatkan peluang keberhasilan pengobatan kanker.
"Pemeriksaan awal kanker saat ini dapat diakses masyarakat melalui berbagai fasilitas kesehatan, baik milik pemerintah maupun swasta. Kami keberadaan pusat layanan kanker yang terintegrasi dapat semakin memperluas akses masyarakat terhadap diagnosis dan penanganan yang lebih cepat," ungkapnya.
Editor : Elva Setyaningrum