Jangan Anggap Sepele Nyeri Sendi, Ini Gejala Rheumatoid Arthritis yang Perlu Diwaspadai
TANGERANG, iNewsTangsel.id - Nyeri sendi pada usia muda tidak selalu berkaitan dengan kelelahan atau aktivitas berlebih. Jika nyeri muncul berulang, berlangsung lama, disertai bengkak dan kekakuan terutama pada pagi hari, kondisi tersebut perlu diperiksa karena bisa menjadi tanda Rheumatoid Arthritis (RA).
RA merupakan penyakit autoimun kronis yang menyebabkan peradangan pada sendi. Gejalanya dapat berkembang perlahan sehingga kerap dianggap sebagai keluhan ringan. Pola nyeri dan kaku pada jari serta pergelangan tangan, terutama bila terjadi pada kedua sisi tubuh, menjadi salah satu tanda yang perlu diperhatikan.
Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Reumatologi Siloam Hospitals Lippo Village, dr. Sandra Sinthya Langow, SpPD-KR, FACR, mengatakan nyeri sendi berkepanjangan sebaiknya tidak dibiarkan tanpa mengetahui penyebabnya.
“Nyeri sendi yang berkepanjangan sebaiknya tidak langsung dianggap sebagai keluhan biasa. Kita perlu mengetahui penyebabnya karena setiap penyakit memiliki penanganan yang berbeda,” ujar dr. Sandra, Sabtu (15/8/2026).
Menurutnya, RA yang tidak ditangani dapat menyebabkan peradangan terus-menerus hingga merusak sendi, mengganggu aktivitas, dan menurunkan kualitas hidup. Keluhan awal dapat berupa jari terasa kaku atau bengkak saat bangun tidur hingga cincin terasa lebih sempit dari biasanya.
Ia mengingatkan masyarakat agar tidak hanya mengandalkan obat penghilang nyeri ketika keluhan terus berulang. Obat tersebut dapat meredakan gejala sementara, tetapi tidak mengatasi penyebab penyakit.
Diagnosis RA juga tidak dapat ditentukan hanya melalui satu pemeriksaan. Dokter akan mempertimbangkan gejala, pemeriksaan fisik, tes darah seperti Rheumatoid Factor (RF) dan anti-CCP, serta pencitraan bila diperlukan.
“Rheumatoid Factor yang negatif tidak otomatis berarti seseorang tidak mengalami Rheumatoid Arthritis. Ada kondisi Rheumatoid Arthritis seronegative,” jelasnya.
Deteksi dan penanganan sejak dini menjadi kunci untuk mengendalikan peradangan serta mencegah kerusakan sendi permanen. Masyarakat disarankan segera berkonsultasi jika nyeri sendi menetap atau berulang, terutama bila disertai bengkak, kekakuan pagi hari, keterbatasan gerak, atau mengenai beberapa sendi sekaligus.
“Jangan menunggu sampai bentuk sendi berubah atau aktivitas sehari-hari terganggu. Cari tahu penyebab nyeri sendi sejak awal,” kata dr. Sandra.
Editor : Hasiholan Siahaan