get app
inews
Aa Text
Read Next : Tangsel Perluas Pelatihan AI dan Coding, Guru Dituntut Adaptif Hadapi Teknologi

‎Guru Jadi Ujung Tombak Transformasi Pendidikan di Tengah Perkembangan AI

Rabu, 26 Agustus 2026 | 15:13 WIB
header img
Transformasi pendidikan dimulai dari guru. (Foto: Elva)

JAKARTA, iNewsTangsel.id - Peran guru menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan keberhasilan transformasi pendidikan. Di tengah perubahan teknologi dan perkembangan kecerdasan buatan (AI), pendidik dituntut tidak hanya menyampaikan materi pembelajaran, tapi juga mampu menerjemahkan kebijakan pendidikan menjadi pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa.

‎Pakar pendidikan Itje Chodidjah mengatakan, guru merupakan ujung tombak dalam proses transformasi pendidikan karena berinteraksi langsung dengan peserta didik di ruang kelas. Karena kurikulum dan kebijakan pendidikan pada akhirnya perlu diterjemahkan oleh guru agar sesuai dengan kebutuhan dan kondisi siswa.

‎"Sehingga kualitas interaksi antara guru dan murid turut menentukan kebermaknaan proses pendidikan. Jadi, ujung tombak transformasi adalah guru. Seberapapun transformasi yang digagas pemerintah atau pihak lain, ketika guru belum mampu menerjemahkannya, transformasi itu belum akan terlihat dalam interaksi antara guru dan murid,” kata Itje dalam talkshow Celebrating Educators Inspiring Change, di Jakarta, Rabu (26/8/2026).

‎Ia menilai inovasi yang dilakukan guru tidak selalu harus menggunakan teknologi canggih. Inovasi dapat muncul dari kemampuan pendidik membaca kebutuhan siswa dan lingkungan sekolah, kemudian mengembangkan metode pembelajaran yang relevan dengan kondisi tersebut. Misalnya, pemanfaatan lahan sekolah sebagai bagian dari kegiatan pembelajaran.

‎"Langkah sederhana tersebut dapat menjadi inovasi ketika dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Teknologi memang bisa mempercepat inovasi, tapi teknologi tidak menciptakan inovasi. Yang menciptakan inovasi adalah cara berpikir,” imbuh Itje.

‎Menurutnya, inovasi pendidikan perlu diarahkan pada peningkatan kualitas pengalaman belajar siswa dan dilakukan secara berkelanjutan. Guru perlu terus mencoba, mengevaluasi, memperbaiki, dan menyesuaikan pendekatan pembelajaran karena karakter serta kebutuhan siswa juga terus berubah.

‎"Selain kemampuan berinovasi, kita harus dukungan ekosistem pendidikan. Guru tidak dapat berjalan sendiri karena keberhasilan inovasi juga dipengaruhi oleh kepala sekolah, dinas pendidikan, serta lingkungan pendidikan secara keseluruhan. Karena pendidikan adalah ekosistem dan guru tidak bisa melaju sendirian,” terangnya.

‎Sementara itu, praktisi pendidikan dan educreator, Galih Sulistyaningra mengungkapkan, perkembangan digitalisasi memberikan peluang lebih luas bagi guru untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman di luar ruang kelas. Karena platform digital dapat membantu guru menemukan berbagai metode pembelajaran, lalu mengadaptasinya sesuai kebutuhan siswa.

‎"Sehingga peran guru di era digital bukan berkurang, melainkan semakin luas. Guru yang sebelumnya mungkin hanya berada di kelas, sekarang memiliki kesempatan untuk melihat lebih luas. Jadi, apa yang didapat dari luar dapat memperkaya pengalaman belajar anak-anak,” kata Galih.

‎Ia menilai, guru perlu memandang perkembangan teknologi sebagai peluang untuk meningkatkan kapasitas diri, bukan semata-mata sebagai tantangan. Rasa ingin tahu dan kemauan untuk belajar menjadi modal penting agar pendidik dapat beradaptasi dengan perubahan.

‎"Untuk itu, pemanfaatan media digital sebaiknya tidak hanya ditujukan untuk mengejar popularitas. Konten pendidikan yang dibuat guru semestinya berangkat dari pengalaman dan praktik baik yang dapat memberikan manfaat bagi peserta didik maupun pendidik lainnya dan lebih relevan dengan masa kini untuk membuat pembelajaran yang lebih baik,” ujarnya.

‎Executive Director of Mentari Group, Natalina Rimba menambahkan, perkembangan teknologi AI telah membawa perubahan terhadap kebutuhan dunia pendidikan. Kondisi tersebut menuntut pendidik untuk terus meningkatkan kompetensi dan beradaptasi dengan perubahan.

‎“Pendidikan saat ini tidak hanya berbicara tentang capaian akademik, tetapi juga karakter, kreativitas, kepemimpinan, dan kemampuan beradaptasi. Karena itu,  pengembangan kompetensi pendidik menjadi salah satu bagian penting dalam menghadapi perubahan tersebut," pungkasnya. 

Editor : Elva Setyaningrum

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut