Literasi Investasi Emas Diperluas Seiring Pengembangan Bank Emas di Indonesia
“Sinergi dengan media menjadi penting untuk menyampaikan edukasi literasi keuangan secara tepat dan akurat kepada masyarakat,” ujar Maryono, Minggu (30/8/2026).
Ia menambahkan, penguatan ekosistem emas juga didukung oleh pengalaman perusahaan dalam mengelola aset emas dalam jumlah besar serta infrastruktur penyimpanan yang menunjang pengembangan layanan bullion di Indonesia.
Pengembangan bank emas diharapkan tidak hanya memperluas pilihan layanan keuangan, tetapi juga meningkatkan pemanfaatan emas sebagai bagian dari ekosistem ekonomi dan investasi nasional.
Sebagai informasi dalam sesi literasi, Pegadaian memperkenalkan sejumlah instrumen, mulai dari Tabungan Emas, Cicilan Emas hingga Arisan Emas. Perusahaan juga memperkenalkan TRING by Pegadaian sebagai platform digital untuk mendukung transaksi dalam ekosistem emas.
Dari sisi industri, Pegadaian juga menyoroti pengembangan layanan Bullion Bank atau bank emas di Indonesia. Secara nasional, Pegadaian menyebut telah mengelola sekitar 153 ton emas, yang menjadi salah satu modal dalam pengembangan ekosistem layanan bank emas.
Kesiapan tersebut ditopang pengalaman Pegadaian dalam bisnis gadai emas. Lebih dari 90 persen agunan gadai yang dikelola perusahaan disebut berupa emas, serta didukung fasilitas penyimpanan atau vault dengan standar keamanan tinggi.
Editor : Hasiholan Siahaan