get app
inews
Aa Text
Read Next : Belum Sepekan Dilantik, Kepala BGN Sudaryono Ancam SPPG Tak Penuhi Standar!

BGN Turun Tangan Investigasi Kasus 512 Santri Diduga Keracunan Menu MBG di Sidoarjo

Rabu, 02 September 2026 | 19:32 WIB
header img
BGN menginvestigasi dugaan keracunan MBG yang berdampak pada 512 santri di Sidoarjo. [Foto: ist]

JAKARTA, iNewsTangsel - Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan investigasi menyusul dugaan keracunan yang dialami ratusan santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggulangin, Sidoarjo, setelah mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Berdasarkan data sementara yang diterima BGN, sebanyak 512 santri tercatat terdampak dalam peristiwa tersebut.

Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN Ketut Sumedana mengatakan investigasi dilakukan bersama Dinas Kesehatan untuk mengetahui penyebab munculnya dugaan keracunan. “Berdasarkan data yang kami terima dari teman-teman yang sudah melakukan investigasi di lapangan, total yang terpapar atau terdampak sebanyak 512 orang,” kata Ketut, dalam keterangannya, Rabu (2/9/2026).

Dari ratusan santri yang terdampak, sebagian telah mendapatkan penanganan medis di sejumlah fasilitas kesehatan. Ketut menyebut 80 orang masih menjalani perawatan, sedangkan 312 santri telah diperbolehkan pulang setelah dinyatakan sembuh dan 120 lainnya masih menjalani observasi.

Sebagai langkah awal, BGN mengambil tindakan terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Talang Angin yang menjadi unit penyedia layanan MBG terkait. SPPG tersebut dikenai penghentian sementara atau suspend kategori berat selama 30 hari sembari proses investigasi dilakukan.

Ketut menegaskan hasil pemeriksaan akan menjadi dasar untuk mengetahui faktor yang menyebabkan para santri mengalami gangguan kesehatan setelah menyantap makanan MBG. “Hasilnya nanti akan kita umumkan apa yang menyebabkan terjadinya keracunan,” ujarnya.

Selain memberikan sanksi terhadap operasional SPPG, BGN juga mengambil langkah pergantian pimpinan unit tersebut. Kepala SPPG Talang Angin telah dicopot sebagai bagian dari langkah penanganan setelah kejadian yang berdampak pada ratusan santri.

BGN saat ini memprioritaskan kondisi para santri yang masih mendapatkan perawatan maupun berada dalam pemantauan tenaga medis. “Kita akan fokus dengan penyelamatan kesehatan anak-anak kita ini di beberapa rumah sakit,” kata Ketut.

Data penanganan medis terbaru juga mencatat dari sekitar 500 santri yang telah ditangani, sebanyak 320 pasien sudah diperbolehkan keluar dari rumah sakit. Sementara 65 pasien masih menjalani rawat inap dan 115 lainnya masih berada dalam tahap observasi, sedangkan penyebab pasti dugaan keracunan masih menunggu hasil investigasi BGN bersama Dinas Kesehatan.
 

Editor : Aris

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut