get app
inews
Aa Text
Read Next : Kemendikdasmen Dorong Arsip Jadi Sumber Pembelajaran Sejarah yang Lebih Menarik

Sejarah Borobudur Kini Bisa Dijelajahi Lewat Teknologi AI

Kamis, 03 September 2026 | 13:33 WIB
header img
Cara generasi muda mengenal sejarah Candi Borobudur kini mulai bergeser dari sekadar membaca informasi menjadi pengalaman digital yang interaktif. Foto Thomas

JAKARTA, iNewsTangsel.id - Cara generasi muda mengenal sejarah Candi Borobudur kini mulai bergeser dari sekadar membaca informasi menjadi pengalaman digital yang interaktif. Teknologi kecerdasan buatan (AI), visual digital, teater, dan sensor gerak dimanfaatkan untuk menghadirkan kembali cerita di balik salah satu warisan budaya Indonesia tersebut.

Pendekatan ini memungkinkan sejarah Borobudur disampaikan melalui medium yang lebih dekat dengan kebiasaan generasi yang tumbuh bersama teknologi. Pengunjung tidak hanya menyaksikan visual candi, tetapi juga diajak memahami proses pembangunannya, tokoh-tokoh yang berkaitan dengan sejarah Borobudur, hingga pesan moral yang tersimpan dalam relief.

Pengalaman tersebut dihadirkan melalui “Purwacarita Borobudur: Jelajah Sejarah dalam Ruang dan Rasa”, sebuah karya imersif yang dikembangkan untuk mempertemukan kekayaan sejarah dengan inovasi digital. Narasi yang digunakan tidak dibangun semata berdasarkan kreativitas teknologi, melainkan mengacu pada riset dan sumber sejarah yang telah melalui kurasi akademik.

Founder dan CEO Curaweda Azhar Muhammad Fuad menegaskan AI dalam karya tersebut tidak ditempatkan sebagai sumber fakta sejarah. Teknologi digunakan untuk menerjemahkan data sejarah yang telah tervalidasi menjadi visual dan pengalaman interaktif bagi pengunjung.

“Bagi kami di Curaweda, teknologi bukanlah tujuan akhir. AI kami perlakukan sebagai kuas, sementara kanvasnya tetap fakta sejarah yang telah divalidasi para ahli,” ujar Azhar.

Program Director Galeri Indonesia Kaya Renitasari Adrian mengatakan pemanfaatan teknologi menjadi salah satu pendekatan untuk membuat sejarah dan budaya Indonesia lebih mudah diterima masyarakat, khususnya generasi muda.

“Sebagai ruang publik edutainment yang memadukan edukasi, teknologi digital, dan inovasi, Galeri Indonesia Kaya berkomitmen memperkenalkan dan melestarikan kekayaan budaya Indonesia dengan cara menyenangkan,” kata Renitasari, Kamis (3/9/2026).

Purwacarita Borobudur dikembangkan Galeri Indonesia Kaya bersama Bening Digital Indonesia dan Curaweda. Materi sejarahnya antara lain merujuk pada Prasasti Karangtengah dan Prasasti Tri Tepusan. Proses kurasi juga melibatkan Departemen Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada serta Museum dan Cagar Budaya.

Pengunjung dapat menikmati delapan fitur interaktif, termasuk Sapa Borobudur, Karmawibhangga dan Avadana, serta Batu Carita yang menampilkan tokoh Samaratungga, Pramodhawardhani, Sudhana, dan Manohara.

Teknologi sensor gerak membuat sejumlah elemen visual seperti burung merak, rusa Jawa, dan gajah dapat merespons pergerakan pengunjung. Ada pula permainan interaktif yang mengajak pengunjung mengikuti rute sakral perjalanan peziarah dari Candi Mendut dan Candi Pawon menuju Stupa Induk Borobudur.

Kurator Departemen Sejarah FIB UGM Sri Margana mengingatkan bahwa penggunaan teknologi dalam penyampaian sejarah tetap harus tunduk pada kaidah dan fakta sejarah. Menurutnya, inovasi digital akan memberikan manfaat ketika digunakan untuk memperkuat pemahaman publik, bukan mengubah sejarah demi kebutuhan teknologi.

“Teknologi digital memiliki potensi besar untuk mendekatkan sejarah pada publik, selama teknologi mengikuti disiplin sejarah, bukan sejarah yang mengikuti tuntutan teknologi,” katanya.

Purwacarita Borobudur dibuka gratis untuk masyarakat di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta, mulai 1 September hingga Desember 2026. Kehadiran karya ini memperlihatkan bagaimana teknologi dapat menjadi medium baru untuk memperkenalkan sejarah Borobudur secara lebih visual, partisipatif, dan relevan bagi generasi masa kini.

Editor : Hasiholan Siahaan

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut