Indonesia Siapkan PLTN, BRIN Identifikasi 28 Lokasi Potensial
Dalam kebijakan energi jangka panjang, kapasitas pembangkit nuklir Indonesia diproyeksikan mencapai 35–42 gigawatt (GW) pada 2060. Energi nuklir juga ditargetkan menyumbang sekitar 11,7–12,1 persen terhadap bauran energi primer nasional.
Meski demikian, Anggota Pemangku Kepentingan Dewan Energi Nasional (DEN), Sripeni Inten Cahyani, menilai tantangan utama bukan semata-mata ketersediaan teknologi, melainkan konsolidasi berbagai sumber daya dan institusi agar pengembangan nuklir memiliki arah yang jelas sebagai program nasional.
“Sebenarnya tinggal menunggu dari Presiden mengatakan ‘Indonesia Go Nuclear’ selesai. Karena dari sisi BRIN sudah siap,” ujar Sripeni.
Ia menyebut Kalimantan Barat dan Bangka Belitung sebagai wilayah yang berpotensi dikaji untuk pengembangan PLTN. Penentuan lokasi, menurutnya, perlu mempertimbangkan kebutuhan listrik setempat, terutama untuk mendukung pertumbuhan industri dan kawasan ekonomi.
Sripeni juga menyoroti perlunya pembentukan satuan tugas untuk mengintegrasikan berbagai persiapan yang telah dilakukan. Menurutnya, pengembangan energi nuklir perlu diselaraskan dengan proyeksi permintaan listrik yang terus meningkat, termasuk dari pusat data dan industri berbasis kecerdasan buatan.
Editor: Hasiholan Siahaan