Indonesia Siapkan PLTN, BRIN Identifikasi 28 Lokasi Potensial
Di luar rencana pembangunan PLTN, teknologi nuklir sebenarnya telah dimanfaatkan di Indonesia, antara lain dalam bidang pertanian, kesehatan, dan industri. Ketua Umum Himpunan Masyarakat Nuklir Indonesia (HIMNI), Djarot S. Wisnubroto, mengatakan pemanfaatan radiasi untuk pemuliaan tanaman dapat membantu menghasilkan varietas dengan produktivitas lebih tinggi dan masa panen lebih singkat.
“Tanaman yang tadinya panen satu tahun sekali bisa menjadi beberapa bulan sekali. Yang tadinya tinggi dan mudah rebah menjadi lebih pendek, lebih hemat air, atau produktivitas yang tadinya hanya lima ton per hektare menjadi sembilan ton per hektare,” kata Djarot.
Ia menjelaskan, pemanfaatan radiasi dalam pemuliaan tanaman bertujuan mempercepat proses perubahan alami untuk memperoleh karakteristik tanaman yang diinginkan. Karena itu, edukasi kepada masyarakat tetap diperlukan untuk menjawab kekhawatiran mengenai keamanan pangan hasil pemanfaatan teknologi tersebut.
Sementara itu, Ketua PKNTMI, Yustia Tuti, menekankan pentingnya pemahaman mengenai keselamatan penggunaan radiasi di bidang medis. Menurutnya, prosedur kedokteran nuklir menggunakan dosis yang diperhitungkan sesuai kebutuhan, dengan mempertimbangkan manfaat dan risiko bagi pasien.
Berbagai pemanfaatan tersebut menunjukkan bahwa pengembangan teknologi nuklir di Indonesia tidak hanya berkaitan dengan rencana pembangunan PLTN. Tantangan berikutnya adalah memastikan kesiapan regulasi, keselamatan, pendanaan, dan penerimaan masyarakat agar pemanfaatannya dapat berkembang secara bertanggung jawab, sejalan dengan target transisi energi menuju Net Zero Emission pada 2060.
Editor: Hasiholan Siahaan