Paparan Bising Tinggi Picu Gangguan Pendengaran, Ini Cara Mencegahnya

Thomas Manggala
Kerusakan akibat kebisingan bersifat permanen karena sel pendengaran tidak dapat beregenerasi. Foto Thomas

JAKARTA, iNewsTangsel.id - Meningkatnya kebisingan di perkotaan mulai menjadi perhatian serius karena berdampak langsung pada kesehatan pendengaran dan kualitas hidup. Aktivitas harian seperti lalu lintas padat, tempat umum ramai, hingga penggunaan earphone dalam durasi panjang dinilai berpotensi memicu gangguan pendengaran jika tidak dikendalikan.

Melihat kondisi tersebut, IHC menggelar edukasi kesehatan sekaligus pemeriksaan audiometri bagi jurnalis di RS PELNI sebagai upaya meningkatkan kesadaran deteksi dini gangguan pendengaran.

Corporate Secretary IHC, Sari Narulita, menyebut gangguan pendengaran sering tidak disadari karena muncul secara bertahap. “Banyak orang baru menyadari ketika kondisinya sudah cukup jauh. Padahal, pencegahan bisa dilakukan sejak dini dengan memahami risiko paparan bising,” ujarnya, Minggu (26/4/2026).

Dalam sesi edukasi, dokter spesialis THT dr. Elisabeth Artha Uli Sirait menjelaskan bahwa risiko gangguan pendengaran dipengaruhi oleh intensitas suara dan lamanya paparan. Ia mencontohkan, suara di ruang publik ramai bisa mendekati ambang aman 85 desibel, sementara earphone dengan volume tinggi dapat melampaui batas tersebut.

“Bukan hanya seberapa keras suara, tetapi juga durasi paparan yang menentukan risiko. Paparan berulang dalam jangka panjang bisa menyebabkan kerusakan permanen,” jelasnya.

Editor : Hasiholan Siahaan

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network