Menurut Suhartawan, ARN tidak hanya menawarkan bantuan. Ia juga diduga mengklaim memiliki hubungan sangat dekat dengan petinggi Polri yang pernah memimpin Tipideksus Bareskrim.
"Dia bilang pejabat itu adalah kakak asuhnya. Bahkan disampaikan kalau tidak lewat beliau akan sulit," ungkapnya.
Untuk memperkuat ceritanya, ARN disebut beberapa kali memperlihatkan foto-foto kedekatannya dengan pejabat tersebut. Korban yang saat itu tengah menghadapi persoalan hukum akhirnya percaya bahwa ARN memang memiliki akses dan pengaruh di lingkungan penegak hukum.
Puncaknya terjadi pada September 2025. Viktor bertemu dengan ARN di sebuah kafe di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan. Pertemuan itu juga dihadiri Suhartawan dan seorang saksi bernama Isram.
Editor : Aris
Artikel Terkait
