Produsen Otomotif Optimistis Indonesia Jadi Motor Pertumbuhan Kendaraan Hybrid di Asia Tenggara

Aries
Produsen otomotif menilai Indonesia memiliki potensi besar menjadi pusat pertumbuhan kendaraan hybrid di Asia Tenggara. [Foto: ist]

JAKARTA, iNewsTangsel - Produsen otomotif di Tanah Air optimistis pasar otomotif nasional akan terus berkembang dan menjadi salah satu motor pertumbuhan kendaraan hybrid di kawasan Asia Tenggara. Keyakinan tersebut didasarkan pada potensi pasar yang besar, pertumbuhan ekonomi yang positif, serta kebutuhan masyarakat terhadap kendaraan yang efisien dan fleksibel.

Chief Executive Officer PT Sokonindo Automobile, Alexander Barus, mengatakan Indonesia telah menjadi salah satu negara strategis dalam peta bisnis perusahaan. Bahkan sebelum menjual produk pertamanya, DFSK lebih dulu membangun fasilitas produksi di Cikande, Banten sebagai bentuk kepercayaan terhadap prospek industri otomotif nasional.

"Kami melihat bahwa Indonesia merupakan pasar yang strategis dan menjadi pusat transformasi mobilitas di Asia Tenggara. Oleh sebab itu kami membangun pabrik di Indonesia dengan penuh kepercayaan terhadap potensi pasar ini," ujar Alexander dalam peluncuran program pre-booking DFSK E5 Plus di Jakarta, Selasa (23/6/2026).

Menurut Alexander, langkah membangun fasilitas produksi terlebih dahulu berbeda dengan strategi yang lazim dilakukan sebagian produsen otomotif. Ikhwal itu, PT Sokonindo Automobile selaku pemegang merek DFSK di Indonesia memilih berinvestasi jangka panjang karena melihat Indonesia memiliki peran penting dalam perkembangan industri otomotif masa depan di kawasan.

Selain didukung jumlah penduduk yang besar, Indonesia juga dinilai memiliki karakteristik geografis yang sangat cocok untuk pengembangan kendaraan hybrid. Luas wilayah kepulauan dan mobilitas antar daerah yang tinggi membuat kendaraan hybrid menjadi solusi yang relevan bagi masyarakat yang membutuhkan efisiensi bahan bakar sekaligus fleksibilitas perjalanan jarak jauh.

Kondisi tersebut semakin diperkuat dengan masih terbatasnya penyebaran Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di sejumlah daerah dan kota-kota kecil. Karena itu, kendaraan hybrid dan plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) dinilai menjadi pilihan ideal sebagai teknologi transisi menuju ekosistem kendaraan elektrifikasi yang lebih matang.

"Dengan perkembangan harga bahan bakar fosil dan kebutuhan masyarakat untuk perjalanan jarak jauh yang nyaman, kendaraan plug-in hybrid akan menjadi pilihan yang patut dipertimbangkan pada masa mendatang," kata Alexander. 

Ia menambahkan bahwa teknologi tersebut memungkinkan konsumen menikmati efisiensi kendaraan listrik tanpa harus sepenuhnya bergantung pada infrastruktur pengisian daya.

Sebagai bentuk komitmen terhadap penguatan industri nasional, DFSK juga terus meningkatkan kandungan lokal produknya. Alexander mengungkapkan sebagian besar kendaraan yang diproduksi di fasilitas Cikande telah mencapai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di atas 40 persen.

Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah, jaringan diler, karyawan, media hingga konsumen yang telah mendukung perjalanan DFSK selama hampir satu dekade di Indonesia. Dukungan tersebut turut memperkuat rantai pasok industri otomotif nasional sekaligus membuka peluang investasi yang lebih besar di masa depan.

Editor : Aris

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network