Jangan Anggap Sepele Masuk Angin, Gejala Penyakit Jantung Bisa Tak Disadari

Elva
Nyeri dada tidak selalu masuk angin, waspadai gejala penyakit jantung. Foto Istimewa

JAKARTA, iNewsTangsel.id - Perut kembung, sering bersendawa, cegukan, hingga badan terasa pegal kerap dianggap sebagai gejala masuk angin. Kondisi tersebut terkadang mendorong masyarakat mengonsumsi obat herbal untuk meredakan keluhan, tanpa terlebih dahulu memastikan penyebabnya. Padahal, keluhan tersebut perlu dicermati, terutama jika disertai nyeri dada atau sesak napas yang berpotensi menandakan gangguan jantung.

‎Dokter Spesialis Penyakit Dalam sekaligus Konsultan Psikosomatik dan Paliatif Medik, dr. Andi Khomeini Takdir Haruni, Sp.PD mengatakan, gejala gangguan pencernaan seperti maag dan gastroesophageal reflux disease (GERD) perlu dibedakan dari keluhan yang berkaitan dengan penyakit jantung. Asam lambung dan GERD itu tidak persis sama.

‎"Istilah asam lambung memiliki spektrum yang luas. Sedangkan, GERD merupakan salah satu kondisi yang termasuk di dalamnya. Yang sering kali disamakan adalah maag dan GERD, sehingga ini perlu diluruskan terlebih dahulu,” ujar dokter yang akrab disapa dr. Koko ini, Kamis (22/10/2026).

‎Ia menjelaskan, GERD merupakan kondisi ketika isi lambung, termasuk asam lambung, naik kembali ke kerongkongan dan menimbulkan gejala yang mengganggu. Sementara itu, istilah maag umumnya digunakan masyarakat untuk menggambarkan keluhan pada lambung, seperti nyeri ulu hati, mual, atau rasa tidak nyaman di perut bagian atas.

‎"Sejumlah gejala gangguan pencernaan kerap dikaitkan dengan masuk angin karena memiliki kemiripan dengan keluhan yang umum dirasakan masyarakat. Sebagian gejalanya mirip, seperti bersendawa, cegukan, dan perut kembung,” katanya.

‎Di Indonesia, lanjut dr. Koko, masuk angin menjadi istilah yang lazim digunakan untuk menggambarkan berbagai keluhan, mulai dari perut kembung, badan terasa ngilu, hingga pegal-pegal. Namun, dalam terminologi medis, masuk angin bukanlah diagnosis penyakit yang spesifik.

‎"Karena itu, masyarakat perlu mencermati gejala yang muncul, terutama jika disertai keluhan yang mengarah pada gangguan jantung," imbuhnya.

‎Menurut dr. Koko, nyeri dada akibat gangguan jantung tidak selalu terasa di dada sebelah kiri. Rasa tidak nyaman juga dapat menjalar ke lengan, rahang, atau punggung. Jika nyeri dada disertai sesak napas, keringat dingin, mual, atau nyeri yang menjalar, masyarakat diminta segera mencari pertolongan medis.

‎"Keluhan tersebut tidak boleh dianggap sekadar masuk angin hingga penanganannya tertunda hanya karena sudah mengonsumsi obat herbal,” ungkapnya.

‎Ia  juga mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan obat herbal seperti minyak cengkeh, jahe, kayu manis, dan mint sebagai pengganti pemeriksaan atau pengobatan medis. Meski sensasi hangat setelah mengonsumsi herbal dapat membuat tubuh terasa hangat dan lebih nyaman. Namun, kondisi tersebut belum tentu menandakan penyebab penyakit telah teratasi. Karena ada yang membaik, ada juga yang justru mengalami keluhan.

‎"Jadi, tidak bisa kita pukul rata. Ada juga yang tidak cocok karena terdapat kandungan atau campuran bahan tertentu. Maka, perbaikan gejala belum tentu menunjukkan penyebab keluhan sudah teratasi. Jika keluhan dalam satu hingga dua hari atau justru semakin berat, masyarakat dianjurkan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan,” tegasnya.

‎Untuk itu, dr. Koko meminta masyarakat untuk memperhatikan reaksi tubuh setelah mengonsumsi obat herbal, seperti muntah darah atau buang air besar berdarah merupakan tanda bahaya yang membutuhkan pemeriksaan medis segera.

‎"Riwayat alergi, pengalaman mengalami efek samping, serta kemungkinan ketidakcocokan terhadap kandungan tertentu menjadi hal yang perlu dipertimbangkan. Sehingga dokter dapat melakukan pemeriksaan lebih lanjut, termasuk endoskopi jika diperlukan, untuk menilai kondisi saluran pencernaan. sekaligus menentukan penanganan yang tepat.

‎"Pertolongan medis menjadi langkah penting agar keluhan yang dianggap ringan tidak berujung pada keterlambatan penanganan penyakit," pungkas dr. Koko. 

Editor : Elva Setyaningrum

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network