Irini menegaskan, industri film tidak berdiri sendiri, melainkan melibatkan banyak elemen mulai dari aktor, kru produksi, teknologi, hingga penonton dan pemilik bioskop. Di tengah rantai tersebut, media berfungsi sebagai penghubung yang membentuk opini dan apresiasi publik.
FFW 2026 juga diarahkan menjadi barometer film nasional yang tidak hanya unggul secara komersial, tetapi juga sarat nilai budaya dan karakter.
Pemerintah berharap festival ini mendorong lahirnya karya-karya yang relevan dengan realitas sosial, bahkan dalam genre populer seperti horor sekalipun. “Film harus tetap membawa pesan budaya, pelestarian tradisi, dan pendidikan karakter,” kata Irini.
Selain penyelenggaraan tahunan, FFW didorong memiliki peta jalan jangka panjang untuk memperkuat posisinya dalam industri. Pemerintah menegaskan perannya sebagai fasilitator agar festival ini semakin mandiri dan berkelanjutan.
Dengan pengalaman lebih dari 15 tahun, FFW dinilai telah berkontribusi besar dalam meningkatkan apresiasi publik terhadap film Indonesia sekaligus menjadi ruang evaluasi bagi insan perfilman.
Editor : Hasiholan Siahaan
Artikel Terkait
