JAKARTA, iNewsTangsel – Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas Anak) DKI Jakarta menyoroti temuan ratusan senjata, narkotika, dan CD porno di sebuah sekolah swasta di Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Temuan tersebut dinilai memprihatinkan karena sekolah semestinya menjadi ruang yang aman bagi anak untuk belajar dan berkembang.
Ketua Umum Komnas Anak DKI Jakarta Cornelia Agatha menegaskan lingkungan sekolah harus memenuhi prinsip ramah anak dan memberikan rasa aman kepada seluruh siswa. Menurutnya, keberadaan barang-barang tersebut di lingkungan pendidikan tidak semestinya terjadi dan perlu menjadi perhatian serius semua pihak.
"Sekolah itu kan harusnya tempat yang aman ya. Kita kan lagi terus-terus mau mensosialisasikan sekolah yang ramah anak," ujar Cornelia kepada wartawan di Jakarta, Minggu (9/8/2026).
Cornelia meminta kepolisian mengusut temuan tersebut secara menyeluruh untuk mengetahui asal-usul serta pihak yang bertanggung jawab. Ia juga menekankan pentingnya memperhatikan kondisi psikologis siswa yang berpotensi terdampak setelah munculnya temuan berbagai barang tersebut di lingkungan sekolah.
"Iya, tentunya diusut dan tentunya juga kita harus concern juga sama anak-anak yang di sana setelah kejadian ini mereka gimana," katanya.
Komnas Anak, lanjut Cornelia, berencana mendatangi sekolah tersebut untuk melihat secara langsung kondisi para siswa setelah kejadian.
Wakil Ketua Komnas Anak Lia Latifah turut mengingatkan agar institusi pendidikan tidak dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Ia menegaskan sekolah harus dikembalikan pada fungsi utamanya sebagai tempat anak memperoleh perlindungan sekaligus pendidikan yang aman.
"Jangan sampai tempat yang harusnya menjadi tempat anak-anak berlindung, mendapatkan pendidikan, justru sekarang banyak disalahgunakan oleh tangan-tangan ataupun orang-orang yang tidak bertanggung jawab," kata Lia. Menurutnya, keamanan lingkungan pendidikan harus menjadi tanggung jawab bersama agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
Sementara itu, Polda Metro Jaya meluruskan informasi mengenai jumlah dan jenis senjata yang ditemukan di lokasi tersebut. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan terdapat 996 pucuk senjata, dengan 995 di antaranya merupakan senapan angin dan satu lainnya berupa senjata api jenis Franchi SPA, SPAS-15 kaliber 12 GA.
"Perlu kita luruskan bersama, penemuan barang yang diduga berupa senjata. Ada 996 yang ditemukan, 995 merupakan senjata angin," tutur Budi kepada wartawan di Silang Selatan Monas, Jakarta Pusat, Sabtu (8/8/2026). Senjata-senjata tersebut ditemukan dalam beberapa kesempatan, yakni pada 10-11 Juli 2026 dan kembali pada Rabu (5/8) malam.
Sebelumnya, PT Lokta Karya Persatuan Menembak Indonesia (Perbakin) menyatakan ratusan pucuk senjata yang ditemukan di yayasan sekolah swasta tersebut merupakan milik mereka. Pihak perusahaan juga menyebut senjata berupa airsoft gun tersebut memiliki izin resmi, sementara kepolisian masih menjadi pihak yang berwenang untuk mengungkap keseluruhan fakta dan konteks penemuan barang-barang tersebut.
Editor : Aris
Artikel Terkait
