Spanduk Tudingan Bertebaran di Tangsel, Pengurus Yayasan dan UIN Jakarta Beri Penjelasan

Doni Marhendro
Sejumlah spanduk berisi kecaman terhadap pengurus Yayasan Syarif Hidayatullah (YSH) bertebaran di sejumlah titik strategis di Kota Tangerang Selatan (Tangsel). [Foto: ist]

PAMULANG, iNewsTangsel.id – Sejumlah spanduk berisi kecaman terhadap pengurus Yayasan Syarif Hidayatullah (YSH) bertebaran di sejumlah titik strategis di Kota Tangerang Selatan (Tangsel). 

Kemunculan spanduk tersebut menambah panas polemik yang tengah berlangsung antara YSH dengan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta terkait pengelolaan dan status aset pendidikan TKIP-SDIP Pamulang, Sabtu (29/8/2026).

Spanduk-spanduk itu memuat beragam tudingan, mulai dari dugaan penyalahgunaan keuangan yayasan hingga persoalan kepemilikan dan pengelolaan aset.

Beberapa spanduk bahkan memuat tulisan bernada keras. Ada pula spanduk yang menyuarakan penolakan dari kalangan yang mengatasnamakan alumni Madrasah Pembangunan (MP), SDIP, dan TKIP terhadap kedua nama tersebut.

Tak hanya persoalan aset, sejumlah tudingan dalam spanduk juga menyinggung dugaan korupsi serta penggunaan dana yayasan untuk kepentingan pribadi. Munculnya tudingan tersebut kemudian memunculkan pertanyaan publik mengenai transparansi pengelolaan keuangan dan aset YSH.

Sorotan juga mengarah pada sejumlah kendaraan yang digunakan oleh pengurus yayasan. Di antaranya kendaraan merek Hyundai, mulai dari Stargazer hingga Palisade.

Penggunaan kendaraan tersebut kemudian memunculkan pertanyaan mengenai status kepemilikan, sumber pembiayaan, serta apakah kendaraan tersebut merupakan aset yayasan yang dibeli menggunakan dana organisasi.

Ketua YSH Ilham Aufa membantah seluruh tudingan yang beredar melalui spanduk tersebut. Menurut Ilham, kemunculan spanduk tersebut merupakan bagian dari upaya sistematis untuk menyerang reputasi dirinya dan Andi Syafrani secara personal.

“Kalau bagi saya, karena saya tidak memiliki sifat atau karakter seperti yang ditampilkan dalam spanduk tersebut, ya saya biasa saja. Tetapi, itu jelas menunjukkan adanya upaya untuk membunuh karakter secara personal dan tidak melihat inti persoalannya,” kata Ilham seusai konferensi pers di Pamulang, Jumat (28/8/2026).

Ilham juga membantah tudingan sebagai koruptor maupun menggunakan uang yayasan untuk kepentingan pribadi.

“Saya selaku ketua disebut sebagai koruptor. Koruptor apa? Andi Syafrani juga demikian, disebut dengan hal yang sama. Saya bukan PNS. Saya juga melakukan hal-hal yang normatif,” ujarnya.

Persoalan aset juga mencuat terkait dua unit Hyundai Stargazer yang disebut menjadi bagian dari aset YSH setelah terjadinya pengambilalihan pengelolaan secara fisik fasilitas TKIP dan SDIP Pamulang.

Kuasa Hukum YSH, Andrean Saefudin, menegaskan kedua kendaraan tersebut merupakan aset yayasan.Menurutnya, status kepemilikan kedua kendaraan dapat dilihat dari dokumen kendaraan berupa STNK dan BPKB. “Dua kendaraan itu murni milik yayasan karena STNK dan BPKB milik yayasan semua,” ujar Andrean.

Pernyataan tersebut menjadi bagian dari penjelasan YSH terkait penggunaan kendaraan yang belakangan ikut dipersoalkan di tengah polemik pengelolaan aset pendidikan.

Sementara itu, dari pihak UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, persoalan aset sekolah memiliki sudut pandang berbeda.

Kuasa Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Alwanih, sebelumnya menjelaskan bahwa langkah pengamanan dan pengambilalihan pengelolaan secara fisik fasilitas TKIP dan SDIP Pamulang dilakukan karena lahan dan bangunan sekolah tercatat sebagai Barang Milik Negara (BMN).

Lahan yang dimaksud memiliki luas sekitar 8.000 meter persegi dengan bangunan sekitar 3.000 meter persegi.

“UIN Jakarta sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (Kuasa Pengguna Barang atau KPB) berkewajiban mengamankan dan memastikan aset negara tetap berada dalam pengelolaan yang sah,” ujar Alwanih kepada wartawan.

Dengan demikian, polemik yang berkembang kini tidak hanya berkaitan dengan status dan pengelolaan aset sekolah. Persoalan tersebut juga melebar menjadi sorotan terhadap tata kelola YSH, termasuk transparansi keuangan dan penggunaan aset yayasan.

Berbagai tudingan yang disampaikan melalui spanduk maupun pernyataan para pihak hingga kini masih memerlukan pembuktian serta klarifikasi lebih lanjut.

Keterbukaan mengenai sumber pembiayaan, status kepemilikan aset, penggunaan kendaraan, hingga pengelolaan keuangan yayasan menjadi penting untuk menjernihkan persoalan.

Di tengah polemik tersebut, kepentingan pendidikan dan keberlangsungan kegiatan belajar mengajar para siswa juga diharapkan tetap menjadi perhatian utama seluruh pihak.

Editor : Aris

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network