Angka ini menggambarkan satu kenyataan, Indonesia tidak mungkin mengembangkan potensi migas hanya dengan mengandalkan kemampuan pendanaan domestik atau dalam negeri saja. Tetapi kita membutuhkan investor yang serius mengebor, bukan investor yang sekadar memegang blok migas saja tanpa dilakukan pengeboran atau eksplorasi.
Indonesia membutuhkan eksplorasi baru karena produksi minyak nasional telah mengalami tren penurunan dalam jangka panjang. Sementara konsumsi domestik terus tumbuh. Inilah alasan mengapa 138 blok harus dibaca sebagai cadangan harapan baru bagi industri hulu migas Indonesia. pertanyaan pentingnya akankah Rusia datang ? kalaupun datang, perusahaan minyak apa yang akan masuk ?
Rusia memiliki pengalaman panjang dalam industri hulu migas dan mengembangkan sumber daya di wilayah dengan tingkat kompleksitas tinggi. Tetapi Indonesia jangan terjebak pada logika sederhana: perusahaan Rusia datang membawa uang, lalu blok migas diberikan. Yang harus dikejar Indonesia adalah kombinasi modal, teknologi, pengalaman eksplorasi dan transfer pengetahuan. Indonesia membutuhkan teknologi untuk mengembangkan wilayah kerja yang semakin sulit, termasuk laut dalam (ekstream depp water), pengurasan lapangan tua dan pengembangan gas dan LNG.
Editor : Vitrianda Hilba Siregar
Artikel Terkait
