JAKARTA , iNewsTangsel.id - Pengenalan budaya asing melalui kegiatan pendidikan menjadi salah satu cara memperluas wawasan generasi muda dan membangun pemahaman lintas budaya. Festival budaya Jepang yang digelar pada 12–13 Oktober 2026 di Jakarta menarik lebih dari 1.000 pengunjung, mayoritas pelajar SMA, yang mengikuti berbagai kegiatan dan kompetisi.
Kegiatan ini menunjukkan bahwa pembelajaran bahasa dan budaya tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga dapat dikembangkan melalui festival, pertunjukan, dan interaksi langsung. Sebanyak 73 peserta mengikuti kompetisi dalam acara bertema Cyber Harajuku: Colors of the Future tersebut.
Di tengah hubungan global yang semakin erat, pendidikan budaya juga berkaitan dengan kesiapan generasi muda menghadapi lingkungan profesional lintas negara. Karena itu, kolaborasi antara institusi pendidikan, alumni, komunitas, dan dunia industri menjadi salah satu unsur penting untuk menghubungkan pemahaman budaya dengan kebutuhan dunia kerja.
Festival yang diselenggarakan bersama Himpunan Mahasiswa Sastra Jepang itu sekaligus menandai 25 tahun perjalanan program Japanese Popular Culture. Kegiatan tersebut mempertemukan mahasiswa, alumni, mitra industri, komunitas, dan masyarakat dalam ruang interaksi budaya.
Dekan Fakultas Humaniora, Dr. Elisa Carolina Marion, mengatakan pembelajaran tentang Jepang perlu terus berkembang agar relevan dengan kebutuhan masyarakat dan dinamika global.
“Mahasiswa tidak hanya mempelajari budaya, tetapi juga memiliki kesempatan untuk menciptakan ruang interaksi, membangun kolaborasi, dan memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat,” ujarnya, Selasa (20/10/2026).
Editor : Hasiholan Siahaan
Artikel Terkait
